TPST Bantargebang Pilot Project Pengolahan Sampah

Groundbreaking PLTSa Bantargebang, Rabu (21/3/2018). Foto: Istimewa/Gobekasi

Groundbreaking PLTSa Bantargebang, Rabu (21/3/2018). Foto: Istimewa/Gobekasi

MASALAH sampah memang tidak ada habisnya. Permasalahan sampah sudah menjadi persoalan serius terutama di kota-kota besar, tidak hanya di Indonesia saja, tapi di seluruh dunia.

Kota-kota besar di indonesia seperti DKI Jakarta yang timbunan sampahnya mencapai 7000 ton/hari, memerlukan solusi teknologi yang secara cepat, signifikan dan ramah lingkungan, ucap unggul Priyanto Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Dengan kapasitas timbunan sampah yang cukup besar di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang Pemprov DKI Jakarta menjadi Pilot Project Pengolahan Sampah secara Termal (PLTsa) yang digagas oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Groundbreaking pembangunan PLTSa Bantar Gebang dihadiri oleh kepala BPPT Unggul Priyanto, Sekretaris Provinsi DKI Jakarta Saifullah, Deputi bidang Infrastruktur pada Mentri Koordinator bidang Kemaritiman dan Penjabat Wali Kota Bekasi R.Ruddy Gandakusumah, Rabu (21/3/2018).

Sekretaris Provinsi DKI Jakarta Saifullah mengatakan pembangunan PLTsa merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama antara Pemprov DKI Jakarta dengan BPPT dalam pengkajian, penerapan dan pemasyarkatan teknologi yang sesuai dengan Perpres No.58/2017 tentang pelaksanaan proyek strategis nasional terkait proyek infrastruktur energi asal sampah kota kota besar di indonesia.

“Dengan kapasitas angkut sampah sebanyak 7000 ton/hari dan 1200 truk/hari melintasi kota bekasi Pemprov DKI memiliki tanggung jawab moril kepada Pemkot Bekasi,” ucap saifullah.

“Beberapa waktu lalu kita telah menghibahkan 50 truk sampah laik jalan kepada pemkot bekasi dan apabila masih kurang kita akan tambah lagi jumlah nya,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan, jumlah karyawan yang ada pada TPST Bantar Gebang berjumlah 740 orang dengan gaji sesuai dengan UMK dan ada beberpaa tambahan yang dalam sebulan mereka dapat menerima skitar 4 hingga 9 juta /bulan, hal ini lebih baik setelah diswakelolakan oleh pemerintah provinsi.

Penjabat Wali Kota Bekasi R.Ruddy Gandakusumah mengapresiasi dan memberi dukungan atas pembangunan PLTsa dan diharapkan hal serupa dapat diterapkan di TPST milik pemkot Bekasi.

“Kita berharap kedepan kota bekasi juga mampu malakukan hal yang sama karna kita juga memiliki TPST sendiri,” ucapnya.

“Semoga pembangunan PLTsa dapat memecahkan permasalahan sampah, tetapi juga lebih bisa dimanfaatkan terutama untuk listrik nya karna salah satu produk  adalah listrik,” harapnya. (adv/hms)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …