Sekolah Peraih Penghargaan Adiwiyata di Kota Bekasi Cuma Segini

Peserta Jambore Adiwiyata Kota Bekasi melaksanakan aksi lingkungan dalam agenda yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi di Nassa Valley Kecamatan Pondok Melati Bekasi pada, Minggu (22/10/2017). Foto: Yurizka Aditya/Gobekasi

Peserta Jambore Adiwiyata Kota Bekasi melaksanakan aksi lingkungan dalam agenda yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi di Nassa Valley Kecamatan Pondok Melati Bekasi pada, Minggu (22/10/2017). Foto: Yurizka Aditya/Gobekasi

DARI ribuan unit sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas/kejuruan (SMA/SMK) negeri dan swasta di Kota Bekasi, tercatat baru 72 sekolah yang memperoleh penghargaan bergengsi itu. Padahal, Jumlah SD sampai SMA/SMK negeri dan swasta di Kota Bekasi ada 1.188 sekolah

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Sugiono mengatakan, ada empat tingkat penghargaan tersebut. Di antaranya tingkat kota, provinsi, nasional hingga mandiri.

Dia merinci tim penilai dari tingkat kota diambil dari internal Pemerintah Kota Bekasi, sedangkan provinsi dari Jawa Barat. Lalu tingkat nasional dan mandiri dinilai oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Hanya saja, jenjang mandiri lebih sulit, karena sekolah yang ingin naik penghargaan dari tingkat nasional harus melakukan pembinaan terhadap tiga sekolah lainnya dalam program lingkungan hidup.

“Semakin tinggi jenjang penghargaan, maka penilaian yang dilakukan oleh tim semakin ketat,” kata Sugiono, Rabu (21/3/2018).

Menurut dia, sekolah yang meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Kota ada 22 sekolah, lalu tingkat provinsi mencapai 32 sekolah, tingkat nasional menembus 15 sekolah dan tingkat mandiri hanya 3 sekolah.

Pada tahun 2018, pihaknya kembali mengusulkan 29 sekolah untuk meraih penghargaan itu.

Rinciannya, 12 sekolah untuk tingkat kota, 10 sekolah tingkat provinsi, 5 sekolah tingkat nasional dan 2 sekolah tingkat mandiri.

Dia berharap, agar sekolah yang diajukan itu bisa mendapat penghargaan Adiwiyata.

“Memang tidak semua sekolah yang kita ajukan pasti lolos, tapi kita berusaha semaksimal mungkin agar tetap meraih penghargaan itu,” katanya.

Sugiono mengatakan, Adiwiyata merupakan sebuah penghargaan yang peduli terhadap lingkungan.

Berbeda dengan penghargaan Adipura yang segmentasinya di tingkat Kota Metropolitan, Kota Besar, Kota Sedang dan Kota Kecil.

Sejak tahun 2006, Kementerian Lingkungan Hidup dengan Kementerian Pendidikan telah menjalin nota kesepahaman bahwa program ini mulai ditanamkan ke jenjang SD hingga SMA/SMK.

“Adiwiyata bukan sekadar lomba, tapi upaya pemerintah dalam menanamkan pentingnya menjaga lingkungan hidup bagi anak-anak yang dimulai dari lingkungan sekolah,” kata Sugiono.

Bagi sekolah yang ingin manyabet penghargaan ini, maka perilaku pelajar dan lingkungannya juga harus terjaga.

Sebab, tim menilai bukan hanya dari sisi kebersihan, tapi perilaku pelajar dan estetika sekolah melalui penghijauan berupa taman untuk menjaga keseimbangan lingkungan.

“Melalui program ini diharapkan pelajar bisa bertanggung jawab menyelamatkan lingkungan hidup dan membangun secara berkelanjutan,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds