Pertumbuhan Ekonomi Kota Bekasi Sangat Besar, tapi…

Persimpangan Jalan R.E Martadinata Cikarang ini menjadi salah satu di wilayah Kabupaten Bekasi yang bakal ditata dan akan dibangun pedestrian. Foto: Radar Bekasi

Persimpangan Jalan R.E Martadinata Cikarang ini menjadi salah satu di wilayah Kabupaten Bekasi yang bakal ditata dan akan dibangun pedestrian. Foto: Radar Bekasi

KETUA DPRD Kota Bekasi, Tumai, mengatakan, potensi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di Kota Bekasi sangat besar tapi belum maksimal dikembangkan.

Sebagai daerah yang bermitra dengan DKI Jakarta, pergerakan keuangan dan masyarakat di Kota Patriot cukup tinggi.

“Salah satunya persoalan pendapatan asli daerah dari sektor reklame perlu kembali ditata, karena potensi pendapatan dari reklame bisa besar,” kata Tumai, Rabu (21/3/2018).

Tumai mengatakan, potensi pajak reklame Kota Bekasi sebetulnya sangat besar karena banyak mega proyek yang dibangun di wilayah setempat.

Misalnya pembangunan kereta cepat Bandung-Jakarta, Jakarta-Cikampek elevated, light rail transit (LRT) dan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

Meski sudah ada peraturan yang mengubah besaran tarif tersebut, kata Tumai, pemerintah harus tegas menekan kebocoran PAD dari sektor reklame dan menebang reklame liar yang selama ini marak terlihat di beberapa titik di Kota Bekasi.

“Aturan sudah dibuat, maka semua pengusaha yang ingin berinvestasi di Kota Bekasi harus taat aturan yang sudah ditetapkan pemerintah,” kata Tumai.

Pemerintah Kota Bekasi mengadopsi sistem penarikan pajak reklame dari Pemprov DKI Jakarta.

Pada bulan April 2018, retribusi reklame di Kota Partiot tidak lagi dilihat dari status jalan, melainkan bebasis kawasan jalan itu sendiri. (kub/gob)



loading...

Feeds