IKM Kota Bekasi Bangun 24 Kluster di Lahan 8000 Meter

(Ilustrasi) Sejumlah warga melintasi perumahan yang ada di Kabupaten Bekasi. (Foto: Radar Bekasi)

(Ilustrasi) Sejumlah warga melintasi perumahan yang ada di Kabupaten Bekasi. (Foto: Radar Bekasi)

ASOSIASI Industri Kecil Menengah (IKM) Logam Kota Bekasi sedang membangun 24 kluster industri kecil menengah di atas lahan seluas 8.000 meter persegi di Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.

Diharapkan akhir tahun ini, kluster tersebut selesai dibangun sehingga bisa segera dipasarkan ke masyarakat.

Ketua Asosiasi IKM Logam Kota Bekasi, Sutarjo Sukmono, mengatakan, pihaknya sengaja membangun kluster industri kecil menengah di sana karena lahannya representatif.

Selain itu harga tanah di sana juga lebih terjangkau dibanding Kota Bekasi yang posisinya berada di pinggiran Jakarta.

Meski begitu, kluster yang terletak di Jalan Raya Citarik, Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur, ini tetap berkualitas.

Bahkan ditunjang oleh sarana dan prasarana memadai, salah satunya jalan yang dapat menghubungkan ke kawasan industri, sehingga aksesabilitas semakin mudah.

“Pendistribusian barang semakin mudah, karena terdapat jalan tol Jakarta-Cikampek yang menghubungkan Provinsi Jawa Barat dengan DKI Jakarta. Bahkan kluster ini merupakan yang pertama yang dibangun swasta di Indonesia,” kata Sutarjo, Rabu (21/3/2018).

Menurut dia, sebetulnya lahan IKM yang dibangun swasta sudah ada, namun didirikan oleh perusahaan asing.

Contohnya IKM di kawasan Deltamas, Cikarang Pusat yang dibangun oleh negara Jepang.

Dia menilai, sebetulnya IKM swasta di Indonesia memiliki kemampuan untuk melakukan hal yang sama. Hanya saja mereka belum bersatu, sehingga nasib mereka kerap kandas di tengah jalan.

Dari pengalaman itu, mereka akhirnya bersatu dengan menggagas pembangunan IKM di Kabupaten Bekasi.

“Kalau sudah bersatu seperti ini, kita berharap pemerintah bisa memperhatikan nasib pelaku usaha kedepannya,” kata Sutarjo.

Dengan adanya kawasan kluster IKM, kata Sutarjo, pihaknya siap bersaing dengan produk asing seperti China. Sebab, selama ini hambatan di pasar adalah persaingan dengan produk China.

“Kami berani bersaing dengan produk manapun, termasuk produk China,” katanya.

Edison Sihombing, Ketua Asosiasi UKM Pendukung Industri, mengatakan, kluster industri ini merupakan sarana belajar para penggiat usaha.

Sebab, sebagai perusahaan kecil menengah harus mampu menunjukan produksi yang berkualitas.

“Kami harus banyak belajar untuk bisa meningkatkan produksi,” katanya.

Edison mengatakan, untuk katagori perusahaan industri kecil menengah sendiri beromset Rp 50 miliar per satu tahun. Bahkan, pekerjanya sendiri ada yang memiliki 10 sampai 15 pekerja.

“Untuk itu kami terus kembangkan untuk memajukan pelaku industri kecil menengah (IKM),” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …