3 Wilayah Ini Jadi Fokus Pemkot Bekasi Sebagai Sektor Industri

AREA PRODUKSI: Sejumlah karyawan pabrik PT LG Electronics Indonesia terlihat sedang memproduksi TV di kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Rabu (13/4). OKE/RADAR BEKASI

AREA PRODUKSI: Sejumlah karyawan pabrik PT LG Electronics Indonesia terlihat sedang memproduksi TV di kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Rabu (13/4). OKE/RADAR BEKASI

SAAT ini, peluang investasi yang ada di Kota Bekasi masih terfokus pada sektor pengembangan perumahan, sentral bisnis, dan rumah toko (ruko) untuk usaha.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Bekasi, Amit Riyadi mengatakan, untuk pengembangan sektor industri di Kota bekasi sudah tidak bisa lagi.

Hal ini mengacu pada tata ruang Kota Bekasi, bahwa wilayah setempat sudah tak memiliki lahan yang cukup untuk mendirikan pabrik.

“Untuk pembangunan industri, kami fokus yang sudah ada yakni di Medansatria,Bantargebang, dan Bekasi Utara,” kata Amit, Sabtu (16/3/2018).

Meski demikian, iklim investasi di Kota Bekasi terus merangkak setiap tahun. Bahkan realisasi investasi di Kota Patriot telah menembus Rp17 triliun pada 2017.

Angka ini melebihi target yang dipatok Pemerintah Kota Bekasi sebesar Rp10 triliun untuk periode 2017-2018.

Rayendra Sukarmadji, Sekretaris Daerah Kota Bekasi, mengatakan, naiknya nilai investasi karena pemerintah selalu berbenah dari sisi infrastruktur dan penyederhanaan regulasi pelayanan perizinan.

Dia mencontohkan dari sisi infrastruktur, pemerintah terus membangun jaringan jalan baru guna mempermudah aksesabilitas warga, sehingga masyarakat memperoleh kepastian waktu dalam menempuh perjalanannya.

“Tahun ini kami masih melakukan pembangunan jalan baru di Jalan Pangeran Jayakarta dan Jalan Perjuangan,” kata Rayendra.

Menurut Rayendra, pemerintah tidak hanya berkewajiban menyediakan infrastruktur dan fasilitas saja.

Namun juga harus memberikan rasa aman dan nyaman, sehingga mereka betah di Kota Bekasi.

“Rasa aman dan nyaman juga bisa memberikan angin segar bagi iklim investasi di Kota Bekasi,” katanya.

Rayendra menilai, kalangan investor cenderung memikirkan infrastruktur dan fasilitas di suatu daerah untuk menanamkan modalnya.

Selain itu, mereka juga melihat potensi kerawanan aksi kejahatan di wilayah tersebut. Bila wilayah itu rawan, mereka akan berpikir dua kali untuk menanamkan modalnya karena bisa berdampak buruk terhadap bisnisnya.

Karena itu, Pemerintah Kota Bekasi mengalokasikan anggaran sekitar Rp 38 miliar pada 2017 dan 2018 untuk pembangunan gedung Mapolrestro Bekasi Kota di Kawasan Summarecon Bekasi.

Dia berharap, keberadaan gedung polres yang baru ini bisa menunjang pelayanan hukum untuk masyarakat setempat. (adv/kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …