Pertumbuhan Kendaraan di Kota Bekasi Tak Sejalan dengan Penambahan Jalan Baru

Pengendara memadati di ruas jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan. Senin (2/10). Kepadatan di ruas jalan tersebut di sebabkan adanya penyempitan jalan yang sedang dalam proses pembangunan pedestrian.

Pengendara memadati di ruas jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan. Senin (2/10). Kepadatan di ruas jalan tersebut di sebabkan adanya penyempitan jalan yang sedang dalam proses pembangunan pedestrian.

JUMLAH Kendaraan di Kota Bekasi pada tahun 2018, menembus hingga 1.459.993 unit. Jumlah tersebut turun sebanyak 133.985 unit dari tahun 2017 yang menembus 1.593.978 unit.

Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi, Karya Sukmajaya, mengatakan, jumlah kendaraan di Kota Bekasi cenderung dinamis.

Buktinya, pada tahun 2015 silam, jumlah kendaraan di Kota Bekasi menembus 1.593.978 unit. Dan, di tahun 2016 mengalami penurunan menjadi 1.472.551 unit.

“Jumlahnya memang fluktuatif karena ada juga yang mutasi ke daerah lain seperti ke Kapubaten Bekasi, DKI Jakarta, atau memang diblokir karena hilang,” kata Karya, Kamis (15/3/2018).

Walau kepemilikan kendaraan banyak yang keluar dari Kota Bekasi. Namun, bukan berarti tidak ada penambahan kendaraan di wilayah setempat.

Berdasarkan pendataannya, dalam satu bulan ada sekitar 8.000 kendaraan yang masuk ke Kota Bekasi.

“Penambahan jumlah kendaraan juga dipengaruhi oleh daya beli masyarakat. Tidak semua masyarakat membeli kendaraan setiap tahun,” jelasnya.

Bahkan pada akhir tahun atau Desember, jumlahnya terus meningkat hingga menembus 230.000 unit kendaraan.

“Akhir tahun jumlah kendaraan cenderung bertambah karena diler kendaraan biasanya memberi diskon untuk menghabiskan stok di tokonya,” tutur dia.

Dinamisnya jumlah kendaraan membuat Pemerintah Kota Bekasi terus meningkatkan rasio antara jalan dengan luas wilayahnya yang hampir menembus target.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi, Arief Maulana, mengatakan, saat ini ruas jalan di Kota Bekasi telah mencapai 10 persen atau 26.117,74 meter persegi.

Rinciannya 19.764,91 meter persegi jalan lingkungan; 2.794,2 meter persegi jalan lokal; 1.966,2 meter persegi jalan kolektor dan 1.592,35 meter persegi jalan arteri.

Sementara untuk wilayah perkotaan seperti Kota Bekasi, idealnya adalah 12 persen dari luas wilayah setempat sebesar 210,5 kilometer.

“Setiap tahun pemerintah menambah luas jalan baru minimal tiga kilometer di titik-titik jalan yang memang butuh pelebaran jalan,” kata Arief.

Arief mencatat, saat ini pemerintah masih melanjutkan pembangunan jalan baru dengan alokasi dana Rp12,4 miliar di beberapa titik.

Misalnya di Jalan Pangeran Jayakarta dan Jalan Mawar Kelurahan Harapanmulya, Jalan Perjuangan Kelurahan Margamulya dan sisi barat Jalan Underpass Kelurahan Bekasi Jaya.

“Untuk di Pangeran Jayakarta pembangunan jalan menelan biaya Rp8 miliar, Jalan Perjuangan Rp 14 miliar, sisi barat Underpass Rp2,5 miliar dan Jalan Mawar Rp500 juta,” jelas Arief.

Menurut dia, pembangunan jalan baru di sana sangat mendesak.

Selain arus lalu lintasnya semrawut karena padat permukiman penduduk, laju pertumbuhan kendaraan juga tidak sejalan dengan penambahan jalan baru.

Idealnya rasio jalan raya terhadap kendaraan yang melintas adalah 0,20 sampai 0,45.

Namun, fakta di lapangan rasionya telah menembus di angka 0,60 sampai 0,85. Sementara bila menembus angka 1,00 atau lebih, arus lalu lintas dipastikan tidak bergerak alias selalu macet total.

“Arus lalu lintas di Kota Bekasi bisa teratasi bila ada pembangunan jalan baru. Kami menargetkan, angka rasio jalan dengan luas wilayah bisa tercapai lima tahun kemudian berdasarkan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah),” tandasnya. (adv/kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …