Tukang Tahu Bulat Nekat Gelapkan Mobil Bos Demi Bayar Kontrakan

Kepolisian Sektor Pondok Gede gelar perkara penggelapan kendaraan bermotor oleh tukang Tahun Bulat, Selasa (13/3/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Kepolisian Sektor Pondok Gede gelar perkara penggelapan kendaraan bermotor oleh tukang Tahun Bulat, Selasa (13/3/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

DUA tukang tahu bulat berinisial, DEN dan HER terpaksa harus berurusan dengan Kepolisian Sektor Pondok Gede. Mereka nekat menggelapkan mobil bosnya untuk membayar kontrakan.

“Saya untuk bayar kontrakan bang, sudah hampir dua bulan tidak bayar kontrakan,” kata DEN di Mapolsek Pondok Gede, Selasa (13/3/2018).

Hal senada juga diutarakan oleh tersangka HER, ia mengaku membutuhkan uang sekitar Rp2 juta untuk membayar kontrakan dan mencari kontrakan baru.

“Ya, saya juga buat kontrakan, kebetulan juga mau pindah, butuh uang,” singkatnya.

Kepala Kepolisian Sektor Pondok Gede, Kompol Suwari, menjelaskan jika kedua tersangka melakukan aksinya setelah diterima menjadi tukang tahu bulat.

“Jadi, mereka ini baru kerja satu hari. Melamar bersama dengan MM dan RJ (saat ini masuk dalam daftar pencarian orang). Mereka meminta pekerjaan kepada korban yang merupakan bosnya atas nama Ahmad Syahrudi, korban pun menerima mereka,” kata Suwari.

Namun, korban menerima para pelaku dengan syarat melaksanakan penjualan sejak siang hari hingga malam, dan melakukan setoran setiap harinya daripada hasil penjualan.

Para pelaku melakukan penjualan tahu bulat dengan kendaraan korban di wilayah setempat sampai dengan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Setiap malam, kendaraan harus kembali di pulangkan kerumah korban di Jalan Lurah Namat No.50 RT 02/05, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Pondok Gede.

Pemilik kendaraan akhirnya melaporkan kejadian ini kepada petugas di Mapolsek Pondok Gede, atas laporan penggelapan kendaraan bermotor.

Setelah itu, petugas mendapatkan informasi jika dua tersangka berada di Tigaraksa, Tangerang, Banten. Petugas baru mengetahui setelah kepolisian di Tigaraksa memberikan informasi.

Tukang Tahu Bulat Nekat Gelapkan Mobil Bos Demi Bayar Kontrakan

Barang bukti yang diamankan petugas Kepolisian Sektor Pondok Gede berupa satu unit Mobil jenis Suzuki Pic Up dengan plat nomor A-8819-KC, Selasa (13/3/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

“Kemudian petugas mendatangi dan mendapatkan tersangka beserta barang buktinya. Rupanya, mobil jenis Suzuki Pick Up dengan nomor polisi B-9712-KAM diubah nomor platnya menjadi A-8819-KC,” jelas Suwari.

Suwari melanjutkan, kepada penyidik tersangka mengaku mendapatkan bagian masing-masing senlai Rp3 juta dari hasil penggelapan kendaraan korban.

“Mereka tidak tahu berapa harga gadainnya, solanya yang menggadai adalah pelaku MM dan RJ (DPO). Mereka mengaku hanya dikasih Rp3 juta dari pelaku MM dan RJ,” tandasnya.

Dari kejadian ini, korban mngalami kerugian materil senilai Rp140 juta. Sementara tersangka terancam pasal 372 KUHPidana dengan ancaman 4 tahun penjara. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …