Kota Bekasi Melawan Hoax

Seluruh unsur Muspika dan pelajar Kota Bekasi deklarasi melawan hoax di Mapolres Metro Bekasi Kota, Selasa (13/3/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Seluruh unsur Muspika dan pelajar Kota Bekasi deklarasi melawan hoax di Mapolres Metro Bekasi Kota, Selasa (13/3/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

KOTA Bekasi terus melakukan gerakan melawan hoax. Hal ini dibuktikan pascaadanya deklarasi Stop Hoax Bekasi Smart City yang diinisiasi oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bekasi, Minggu (11/3/208) kemarin lusa.

Hari ini, Selasa (13/3/2018), Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota, bersama TNI, Pengadilan Negeri, Kejaksaan, Tokoh Masyarakat dan Agama serta Pelajar mendeklarasikan gerakan melawan hoax.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto, mengaku risau dan tertekan jika adanya hoax di Kota Bekasi. Soalnya, kata dia, impak atau benturan dari penyebaran hoax sangat besar.

“Karena hoax adalah tindak pidana massa yang harus kita tangkal dengan massa. Kalau sama perampok atau pembunuh saya tidak risau, saya risau dan tertekan jika adanya hoax,” kata Indarto.

Indarto menjelaskan, berita bohong atau hoax dapat dikenakan pasal 310 dan 311 KUHP tentang penyebaran informasi bohong dan fitnah atau pasal 160 tentang menghasut.

“Tapi karena sifatnya media sosial itu masuk dalam pelanggaran ITE. Karena itu kita sama-sama melawan hoax, kita bersatupadu menjaga keutuhan NKRI. Menggunakan media sosial dengan cerdas, positif dan edukatif,” ujar dia.

Menurutnya, ada beberapa langkah agar masyarakat dapat menyaring informasi dari media sosial maupun media mainstream.

Pertama adalah mengecek sumber berita. Kedua adalah judul berita, dan ketiga adalah isi dalam pemberitaan. Masyarakat diminta harus menyaring berita tersebut melalui logika.

“Kalau sumbernya tidak jelas itu sudah pasti hoax, begitupula jika judul dengan isi berita tidak nyambung, itu pasti hoax. Dan jangan sampai masyarakat memberantai di media sosial baik facebook, tweteer maupun group whats app,” jelas dia.

Indarto melanjutkan, di Indonesia berdasarkan data yang ia punya terdapat 3000 media. Namun, baru 300 media yang terdaftar di dewan pers.

“Makanya, masyarakat harus waspada, banyak media yang tidak jelas. Jangan asal share berita. Jika ada berita yang diragukan, masyarakat juga bisa menanyakan ke aparat baik pemerintah maupun kepolisian. Bisa juga kalau akun media sosial sering menyuguhkan berita hoax laporakn saja itu, di facebook itu ada biasanya,” papar Indarto.

Indarto menegaskan, gerakan melawan hoax akan dilakukan secara simultan yang mana melibatkan semua elemen masyarakat di Kota Bekasi.

“Contohnya adalah seperti pak kiai atau ustad yang memberikan ceramahnya di masjid dapat mensosialisasikan bahaya hoax, juga di lembaga pendidikan,” tandasnya. (adv/kub/gob)

Adapun, deklarasi yang dibacakan seluruh peserta adalah sebagai berikut:

Kami warga Kota Bekasi menyatakan dengan sungguh-sungguh menolak peredaran kabar bohong atau hoax yang dapat menimbulkan permusuhan dan benturan.

Bersatu melawan hoax, memanfaatkan media sosial secara posotif, cerdas, produktifdan mengedukasi.

Mendukung penegak hukum untuk mengadili penyebar hoax.

Menjaga persatuan dan kesatuan untuk keutuhan NKRI. 



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …