Ladies, Yuk Kenali Penyebab Keputihan

Ilustrasi. MS V. Foto: Women Health

Ilustrasi. MS V. Foto: Women Health

ORGAN intim seorang wanita akan menghasilkan lendir dalam jumlah tertentu. Lendir tersebut berfungsi untuk memelihara kondisi keasaman dalam vagina sekaligus mencegah iritasi. Selain lendir, ada pula flora normal, yaitu sekelompok bakteri yang terdapat dalam vagina yang memiliki fungsi serupa dengan lendir tersebut. Keluarnya lendir dari vagina sebenarnya merupakan hal yang normal.

Namun, bila jumlahnya bertambah banyak, warnanya berubah menjadi kuning, kehijauan, atau abu-abu, berbau tajam (bau amis atau bau busuk), disertai rasa gatal, perih, nyeri saat berhubungan seksual atau saat berkemih, kemungkinan lendir yang keluar merupakan keputihan abnormal.

Perubahan warna, aroma, dan keenceran lendir vagina merupakan tanda adanya gangguan. Beberapa hal yang dapat mencetuskan gangguan tersebut adalah:

1. Higienitas kurang, seperti tidak rutin mengganti pakaian dalam, pembalut, atau panty liner.
2. Melakukan gurah vagina atau douching
3. Penggunaan antibiotik atau obat-obatan tertentu seperti steroid
5. Perilaku seks yang tidak aman dan bergonta-ganti pasangan
6. Menggunakan kontrasepsi hormonal
7. Mengalami penyakit seperti diabetes.

Keputihan abnormal umumnya dapat diatasi hingga tuntas. Meskipun demikian, bila tidak ditangani segera dan dengan tepat, keputihan dapat menimbulkan banyak komplikasi mulai ringan hingga berat.

Komplikasi tersebut antara lain infeksi saluran kemih, penyakit radang panggul, infeksi kandung kemih, infeksi ginjal, hingga kanker leher rahim. Karena itu bila Anda mengalami gejala keputihan yang abnormal jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum terjadi berbagai komplikasi yang disebutkan di atas.

Satu hal yang perlu Anda ingat adalah selalu menjaga kebersihan area kewanitaan dengan cara rutin mengganti pakaian dalam, serta mengganti pembalut atau panty liner setiap 2-3 jam.
Bersihkan area kewanitaan dari arah depan ke belakang setiap kali selesai buang air kecil dan buang air besar. Selain itu, selalu jaga pola makan dengan menghindari makanan atau minuman yang terlalu manis untuk mencegah munculnya jamur di area kewanitaan.

Nah, sekarang Anda paham bukan, konsumsi nanas tidak akan membuat Anda mengalami keputihan. Mengingat kandungan pada nanas dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, maka jangan ragu untuk mengonsumsinya. Tak hanya nanas, konsumsi juga makanan lain yang bergizi, dan imbangi dengan olahraga yang cukup agar tubuh senantiasa sehat dan bugar. (RN/RVS/klikdokter)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …