Truk Nekat Lintasi Jalur Arteri Kota Bekasi Siap-Siap di Tilang

Jalan Raya Kalimalang, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Kamis (12/10) dipenuhi truk kontainer bertonase berat. Hal itu dikeluhkan oleh warga karena menimbulkan kemacetan, dan jalan jadi rusak. Foto Radar Bekasi

Jalan Raya Kalimalang, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Kamis (12/10) dipenuhi truk kontainer bertonase berat. Hal itu dikeluhkan oleh warga karena menimbulkan kemacetan, dan jalan jadi rusak. Foto Radar Bekasi

PEMERINTAH Kota Bekasi melalui Dinas Perhubungan akan mengambil tindakan tegas bagi kendaraan truk golongan III, IV dan V yang mencari jalan alternatif ke jalur arteri guna menghindari pembatasan kendaraan di ruas tol Jakarta-Cikampek, 12 Maret 2018, mendatang.

“Kami akan menyita buku KIR dan menilang kendaraan truk apabila melintas di ruas jalan arteri pada jadwal penerapan sitm ganjil genap,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yayan Yuliana, Senin (5/3/2018).

Yayan mengaku kalau pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota agar menilang pengendara truk yang mengacuhkan kebijakan Menteri Perhubungan.

Menurutnya, ada sejumlah jalan yang rawan digunakan oleh pengendara truk sebagai jalur alternatif. Di antaranya Jalan KH. Noer Ali, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jalan Bintara Jaya, Jalan Sudirman, Jalan Sultan Agung dan sebagainya.

Dia menilai, jalur arteri tersebut tidak bisa dilintasi oleh kendaraan golongan III hingga V. Selain terbentur dengan dimensi kendaraan, ruas jalan di sana juga rawan rusak karena beban kendaraan yang cukup berat.

Dia mencontohkan, batas ketinggian maksimum kendaraan di kolong tor Jakarta Outer Ring Road (JORR) di Jalan KH. Noer Ali mencapai 3,5 meter, sementara ketinggian kendaraan truk bisa mencapai 4,5 meter.

“Keberadaan truk golongan III dan V juga bisa menambah kesemrawutan arus lalu lintas,” tuturnya.

Ia mengatakan, dimensi yang lebar tentu membutuhkan ruang yang lapang bagi kendaraan truk untuk bermanuver ketika berkelok di beberapa ruas jalan arteri dengan lebar jalan sekitar 30-40 meter.

Bahkan bila kendaraan dipaksakan melintas, justru bisa menabrak bangunan milik warga.

“Kalau menabrak bangunan warga, siapa yang akan bertanggung jawab?. Pokoknya keberadaan mereka di jalan arteri melanggar klasifikasi jalan,” kata dia.

Karena itu, ia telah menyiapkan 30 personel untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan saat proses penyisiran kendaraan di gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur.

Dia merinci, 20 personel dikerahkan di gerbang tol Bekasi Barat dan 10 personel di gerbang tol Bekasi Timur.

Menurut dia, kendaraan yang hendak melintas tetapi tidak sesuai dengan jadwalnya akan dihalau petugas.

Pembatas jalan di pintu gerbang tol akan dibuka, sehingga kendaraan akan berputar balik di sana untuk menuju ruas Jalan Ahmad Yani atau memarkirkan kendaraanya di tiga gedung parkir yang disediakan.

Yayan mengimbau kepada pengendara pribadi maupun truk agar patuh terhadap aturan itu.

Pengendara truk sebaiknya menunda waktu perjalanan sampai pukul 09.00, sedangkan pengendara pribadi agar beralih ke transportasi umum yakni, bus Transjabodetabek Premium. (adv/kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …