Kerugian Buruh Apabila Penetapan UMSK Berlarut-larut

Vice President FSPMI Obon Tabroni. FOTO: Andi Saddam/GoBekasi

Vice President FSPMI Obon Tabroni. FOTO: Andi Saddam/GoBekasi

PENETAPAN upah minimum sektoral kabupaten (UMSK) Kabupaten Bekasi belum tercapai. Kaum buruh pun masih menunggu walau telah 2 kali menggelar demonstrasi.

Vice President Forum Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Obon Tabroni, menjelaskan biasanya UMSK telah berlaku per 1 Januari.

Saat ini buruh masih memakai upah lama. Obon khawatir misalkan SK (UMSK, Red) berlaku 25 April, otomatis penerapan gaji dengan hitungan baru berlaku pada Mei.

“Berarti kita kehilangan 4 bulan, selisih kenaikan upah misalkan Rp200 ribu, berarti kita rugi Rp1 juta, sementara kenaikan barang-barangnya enggak menunggu kenaikan gaji, biasanya kenaikan seperti Listrik dan sebangainya di bulan Januari,” jelasnya.

Menurutnya, semua ini berlarut-larut karena Pemerintah takut serta tidak melihat situasi di lapangan seperti apa.

“Di sini yang kita butuhkan keberanian dari masing-masing Pemerintah untuk mengambil keputusan, kalau Pemerintah berani sudah selesai, mungkin karena ada tekanan dari apindo,” tegasnya. (lea/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …