Kasihan Atika, Luka di Jari Tengah Terus Memburuk

BPJS Ketenagakerjaan akan sosialisasi di Mall-mall Bekasi.

BPJS Ketenagakerjaan akan sosialisasi di Mall-mall Bekasi.

HAMPIR setahun jari tengah sebelah kanan Atika Nafitasari (26) terus memburuk. Luka itu membengkak dan kerap mengeluarkan nanah.

Luka itu didapat akibat kecelakaan kerja di tempatnya bekerja, PT Nanbu Plastics Cibitung, pada September 2016 silam.

Awalnya dia dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Hermina, Grand Wisata Tambun Selatan.

Namun, pada pertengahan 2017, bekas pengobatan itu menimbulkan luka baru.
Kuku di jari tengahnya tumbuh secara tidak normal dengan posisi menyamping ke kanan.

Kukunya kemudian menembus permukaan kulit, sehingga mengeluarkan darah dan nanah hingga membengkak.

“Lukanya sangat sakit sekali, saya sampai kesulitan untuk beraktivitas,” kata warga yang berdomisili di Kaliabang Tengah RT 03/25, Bekasi Utara, Jumat (2/3/2018).

Atika mengaku, saat ini dia kebingungan untuk mengobati lukanya itu. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Bekasi Kota tidak bisa melindungi biaya pengobatannya lagi karena terbentur standar operasional prosedur (SOP) perusahaan.

BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota masih berpedoman pada hasil diagnosa dokter RS Hermina bahwa Atika dinyatakan sembuh dari penyakitnya.

Karena itu, Atika mendatangi Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota di Jalan Pramuka, Nomor 29, Bekasi Selatan untuk meminta klarifikasi.

Sebab rencana mengamputasi jari tengahnya selalu ditolak rumah sakit dengan alasan sudah tidak memperoleh akses pembiayaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Dokter menyarankan jari tengah diamputasi untuk menghindari pembusukan. Tapi saya tidak punya uang untuk biaya amputasi, sementara saya sendiri tidak memiliki kelengkapan persyaratan berupa kartu BPJS Ketenagakerjaan pada kurun waktu 2017,” jelasnya.

Atika mengatakan, bencana itu datang pada Senin, 26 September 2016 siang. Saat itu, jari tengahnya terpotong alat press di perusahaan yang bergerak di bidang daur ulang biji plastik menjadi suku cadang otomotif tersebut.

Keesokan harinya, Atika pergi berobat ke Rumah Sakit Hermina dan dinyatakan sembuh oleh tim medis pada Oktober 2016. Pada saat itu dokter juga memastikan, kukunya tidak akan tumbuh lagi.

“Namun pada kurun waktu 2017 setelah masa kontrak kerja saya habis, tiba-tiba kuku saya tumbuh secara tidak normal. Kuku ini tumbuh menyamping dan membuat daging kuku saya bernanah,” katanya yang memiliki masa kontrak kerja dari 2015-2017.

Atika berharap, agar BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota bisa membantu menyelesaikan persoalan ini, sehingga dia bisa menjalani amputasi di jari tengah sebelah kanannya.
“Jujur saya tidak punya uang, karena biaya amputasi cukup mahal,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …