Capaian Adipura Kota Bekasi Sudah di Depan Mata

(Ilustrasi) Warga saat melintasi taman pedestrian di Jalan M Hasibuan Kota Bekasi. Meskipun Pemkot Bekasi telah membangun pedestrian, namun belum mampu menaikan nilai adipura tahun 2016. (Foto: Dokumentasi Radar Bekasi)

(Ilustrasi) Warga saat melintasi taman pedestrian di Jalan M Hasibuan Kota Bekasi. Meskipun Pemkot Bekasi telah membangun pedestrian, namun belum mampu menaikan nilai adipura tahun 2016. (Foto: Dokumentasi Radar Bekasi)

KESADARAN masyarakat Kota Bekasi untuk berprilaku hidup bersih dan sehat berwawasan lingkungan menggembirakan menuju Adipura bermartabat sudah didepan mata.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Luthfi, mengatakan jika indikator hasil penilaian Adipura Tahap I (P1) Tahun 2017/2018, Kota Bekasi sudah mencapai di angka 72,8. Hasil ini cukup menggembirakan karena di atas standar yang ditatapkan yakni 70.

Kota Bekasi saat ini tinggal menjaga anka itu hingga penilaian Tahap II. Karenanya, peran daripada masyarakat sangat penting dalam menjaga lingkungan.

Menurutnya, capaian ini merupakan suatu prestasi. Soalnya, jika melihat beberapa tahun kebelakang. Kota Bekasi masuk dalam nominasi kota terkotor.

Ia menjelaskan, capaian ini tidak lepas dari kebijakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi definitif saat itu, Rahmat Effendi-Ahmad Syaikhu, yang telah mengeluarkan maklumat sebagai intruksi akselerasi agar secepatnya tumbuh peran masyarakat dalam mengelola Bank Sampah disetiap RW.

Soalnya, Kota Bekasi memproduksi sampah sebanyak 1700 ton dalam sehari. Hingga saat ini, Kota Bekasi baru dapat mengelola 600 ton dalam sehari ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Sumur Batu.

Artinya, masih tersisa 1100 ton sampah yang tidak terangkut di lingkungan warga sekitar. Hal inilah yang menjadi fokus Pemerintah Kota Bekasi untuk menumbuhkan rasa kecintaan warga terhadap lingkungan melalui Bank Sampah.

“Dari 1030 Bank Sampah yang kami sediakan. Pada Januari 2018 lalu, baru hanya 30 Bank Sampah yang dikelola oleh warga di masing-masing RW. Saat ini, jumlahnya semakin meningkat yaitu ada 211 Bank Sampah aktif,” kata Jumhana, Selasa (27/2/2018).

Ia menyebut, tingkat kesadaran masyarakat terhadap lingkungan cukup tinggi. Masyarakat sudah menjadikan Bank Sampah menjadi klinik, mereka mengikuti aturan main seperti muali memilah sampah organik dan non organik.

“Sekarang sudah banyak juga yang terlibat dari unsur kepemudaan seperti, Karang Taruna, maupun organisasi kemasyarakatan (Ormas) di setipa kecamatan. Mereka juga mengubah sampah menjadi pupuk, souvenir dan bio gas,” tandasnya.

Bahkan, kata Luthfi, pihaknya juga melakukan pameran daur ulang sampah setiap enam bulan sekali di Mal Grand Galaxy Park (GGP) Kegiatan ini sudah berlangsung selama dua kali.

“Masyarakat sangat antusias, dan ini akan terus kami budidayakan keseluruh elemen masyarakat agar Kota Bekasi mendapatkan piala Adipura bermartabat,” pungkasnya. (adv/kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …