Rahmat Effendi: Kota Ini Dibangun Para Pendahulu dan Kakek Saya

Rahmat Effendi

Rahmat Effendi

CALON Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, menyebut kalau Bekasi dibangun oleh para pendahulu, almarhum kakeknya dan para pejuang lain. Diantara pejuang itu, ada yang menganut agama non muslim.

“Kota Bekasi sangat heterogen, kota ini dibangun oleh para pendahulu termasuk almarhum kakek saya bersama pejuang lainnya. Dulu mereka semua muslim, diantara pejuang itu ada juga non muslim, tapi mereka menjadi perekat untuk mempertahankan Bekasi saat itu,” kata Rahmat, Selasa (20/2/2018).

Menurutnya, perjuangan orang pendahulu menjaga Bekasi bukanlah hal yang mudah. Maka, amat sangat disayangkan jika dalam Pilkada Kota Bekasi 2018, kota yang aman dan nyaman ini tergores pada momen pesta demokrasi.

“Kita harus damai, tidak ada yang mendeskreditkan satu sama lain. Bahkan saya pun cucunya berharap di Pilkada ini jangan ada lagi mendekskreditkan Suku Agama Ras dan Aantargolongan (SARA), sepanjang agam itu ada hukum di negara positif ini,” tutur Rahmat.

Rahmat mengatakan kalau Kota Bekasi harus dipimpin oleh orang-orang yang hatinya bersih dan mempunyai kreatifitas agar kecerdasan. Mampu mengoptimalkan segala kemampuan dan potensi yang ada dengan keikhlasan dan hati mulia.

“Kita harus saling menghormati dan menghargai. Jadi, kalau apa yang saya sampaikan selama 19 tahun dalam kanca politik minimal sudah berbuat untuk masyarakat Kota Bekasi,” katanya.

Ia juga mengatakan kalau lima tahun kebelakang selama kepemimpinannya bersama Ahmad Syaikhu adalah bagian proses sejarah yang mana tidak bisa dipungkiri hasil kerjanya.

“Kota ini harus maju, sejahtera dan ikhsan. Sejahtera kita tahu, kita ingin mensejahterakan semua instrumen masyarakat yang ada dari semua warga Kota Bekasi yang ada tidak lupa kita adalah makhluk allah yang diciptaka untuk memberikan pelayanan yang terbaik, ibadah sesuai dengan aqidah keyakinan yang ada,” papar dia.

Menurutnya, jangan jadikan eforia retorika untuk kepentingan diatas kepentingan rakyat. Jadikan rakyat sebagai objek. Ia mengaku sudah mempunyai segala sesuatunya, tinggal melanjutkan apa yang ada dan menyelesaikan kekurangan

Selain itu, sambung Rahmat, dirinya saat ini hanya tinggal memberikan komitmen dan sisa hidup membangun tanah kelahirannya. Membangun kota yang dihuni 2,8 juta manusia. Membangun bagian lokal, Regional dari Jawa Barat dan bagian dari NKRI yang satu adalah Pancasila dan UUD 1945.

Ia berharap dalam Pilkada tidak ada yang mengahasut satu sama lain. Rahmat mengakui jika hubungannya dengan paslon Nur Supriyanto-Adhy Firdaus Saady adalah kerabat. Ia kenal dengan Nur sejak tahun 1999 dan Adhy adalah sesepuh Bekasi.

“Dengan Pak Nur dari tahun 1999 saya main golf bareng sama beliau, sampai sekarang. Beliau juga tidak pernah menang lawan saya kalau main golf. Denga  Pak Adhy, saya tidak boleh melawan orang tua, tapi kalau tinggal satu lagi, ya lanjutkan. Saya muslim, 7 keturunan saya muslim, lahir di Bekasi. Saya akan wakafkan sisa hidup saya untuk membangun Kota Bekasi yang kita cintai ini,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …