Ketua KPU: Pilihan Boleh Beda, Bekasi Tetap Damai dan Berintegritas

Pelepasan burung merpati pada acara deklarasi kampanye damai di REVO Town, Bekasi Selatan, Minggu (18/2/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Pelepasan burung merpati pada acara deklarasi kampanye damai di REVO Town, Bekasi Selatan, Minggu (18/2/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi telah melaksanakan tahapan deklarasi kampanye damai di lantai satu REVO Town Mall, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Minggu (18/2/2018) kemarin.

Ketua KPU Kota Bekasi, Ucu Asmara Sandi, mengatakan kalau pertemuan saat ini bukan semata inisiatif dari penyelenggaran saja. Akan tetapi, juga merupakan hasil kesepakatan dan koordinasi dengan Forkopimda dan seluruh paslon.

“Pertemuan ini juga diharapkan menjadi satu bukti bahwa adanya kesatuan semangat untuk secara bersama-sama mewujudkan Pilkada damai, langsung, bebas, rahasia, jujur dan adil di Kota Bekasi,” kata Ucu, Senin (19/2/2018).

Ia menuturkan, KPU Kota Bekasi sebagai penyelenggara, kemudian Panwaslu yang melakukan tugas pengawasan kepada paslon sebagai peserta, pemerintah sebagai fasilitator, TNI/Polri yang bertugas jalannya Pilkada dan tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa yang hadir pada kesempatan itu tentu menginginkan dan menghendaki jalannya Pilkada berlangsung secara aman dan damai.

“Oleh karena itu, pada kesempatan yang berharga ini sudah seharusnya digunakan oleh seluruh paslon walikota dan wakil walikota untuk mendeklarasikan Pilkada yang berintegritas dan damai,” tutur Ucu.

Ucu menjelaskan, semangat dengan mewujudkan kampanye damai, aman dan tertib sudah dituangkan dalam ikrar bersama. Sikap bersama yang tertuang dalam naskah berintegritas dan damai mengandung makna bukan hanya formalitas dan seremonial belaka. Akan tetapi, juga memiliki makna untuk mempertegas sikap peserta di Pilkada Kota Bekasi

“Sikap itu memuat komitmen dan konsistensi seluruh paslon walikota dan walikota akan keharusan dan untuk turut menciptakan iklim yang kondusif bagi keseluruhan proses Pilkada,” ujarnya.

Menurutnya, paslon walikota dan wakil walikota saat ini tentu menjadi tokoh sentral di Kota Bekasi. Perhatian masyarakat akan tertuju kepada kedua paslon untuk selanjutnya masyarakat akan memberikan segenap penilaian dan pertimbangan sampai pada menjatuhkan sikap memilih paslon yang mana jatuh pada 27 Juni 2018.

“Jelas, dengan semua perilaku ucapan dan tindakan semua paslon akan menjadi tolak ukur masyarakat Kota Bekasi untuk menentukan sikap politiknya,” jelas Ucu.

Ucu melanjutkan, deklarasi kampanye damai dan berintergitas kemarin merupakan bagian dalam kerangka membangun tataran nilai, norma dan etika dalam proses kehidupan berdomokrasi yang semuanya mengikat untuk mewujudkan perhelatan pilkada di Kota Bekasi.

Penyelengraan kampanye yang merupakan bagian dari tahapan pilkada. Hal itu sudah diatur dalam Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2017 kemudian akan dilaksanakan selama tiga bulan.

“Jadi mulai tanggal 15 Februari yang lalu setelah KPU Kota Bekasi menetapkan paslon kemudian nomor urut, tiga hari berikutnya adalah masa kampanye dan akan berakhir tiga hari sebelum pemungutan suara atau pada 24 Juni 2018,” lanjutnya.

Kemudian, kata Ucu, pengakuran juga tentu akan dilakukan lembaganya terhadap kampanye tertutup, tatap muka, pertemuan terbatas dan kampanye lain yang akan diatur oleh KPU secara proporsonal, setara dan seimbang.

“Sudah semestinya paslon yang akan berkompetisi dapat memanfaatkan waktu kampanye ini sebagia media kepada masyarakat secara optimal. Kualitas kampanye pilkada ditandai dengan kemauan paslon untuk memberi ruang masyarakat Kota Bekasi agar mendapatkan akses informasi tentang visi, misi, program yang ditawarkan,” papar Ucu.

Menurutnya, akses informasi sangat penting mengingat produk kebijakan publik mereka yang kelak terpilih akan langsung menyentuh kepentingan masyakarakt Kota Bekasi, dimana yang terpilih kelak akan menentukan wajah Kota Bekasi.

“Karenanya, masa kampanye kali ini seharusnya bisa dimanfaatkan para calon untuk mengkomunikasikan program yang menjadi arah Pemerintah Kota Bekasi kedepan,” ujar Ucu.

Pesaingan antara calon dalam Pilkada dianggap sangat ketat. Karena, yang berkompetisi adalah kader daerah, putra Bekasi, yang memang semua berdomisili di Bekasi. Sehingga, sambung Ucu, Pilkada berpotensi menjadi atau menggiring masyarakat dalam hal yang menjadi seperti ada batas tentunya.

“Oleh karena itu kami berharap bahwa seluruh paslon nomor urut 1 dan 2 dapat mewujudkan situasi kondusif pada saat kampanye maupun setelah pelaksanaan Pilkada 27 Juni 2018,” harap dia.

Walaupun persaingan sangat ketat, sudah seharusnya semua membangun komitmen Pilkada dilaksanakan secara dewasa. Membangun sikap dewasa berlaku untuk paslon dan massa pendukung paslon semua pihak diharapkan mampu menyikapi arif Pilkada langsung dengan aman tertib dan damai.

“Tahapan kampanye yang dibangun dalam semangat kedewasaan berpolitik, bermain cantik dan menawan untuk mendapatkan daya tarik masyarakat merupakan pilihan strategis memenangkan pilkada,” kata Ucu.

“Hindari kampanye yang simpatik dan cenderung memunculkan kekerasan sosial, karena hal ini akan menuai sikap antipati dari masyarakat dan tentunya merugikan bagi para paslon dan pendukungan,” sambung Ucu.

Ucu juga memberikan selamat kepada seluruh paslon walikota dan wakil walikota Bekasi. Diharapkan semuanya dapat berkampanye dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan senantiasi dijunjung tinggi untuk membangun Kota Bekasi.

“Mari saling merangkul, bukan saling memukul, mari saling mengajak bukan saling mengejek atau menginjak. Pilihan boleh beda, Bekasi tetap damai dan berintegritas dalam memilih,” tandasnya. (kub/gob)

Tujuh poin ikrak deklarasi kampanye damai yaitu sebagai berikut:

Pertama, adalah mewujudkan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bekasi Tahun 2018 yang berkualitas dengan berazaskan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, damai serta menujunjung prinsip etika politik dalam berkompetisi elektoral.

Kedua, saling menghormati masing-masing pasangan calon (Paslon) kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam melaksanakan kampanye sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Ketiga, tunduk dan taat kepada peraturan yang berkaitan dengan pelaksanaan kampanye serta akan menjaga ketertiban dan keamanan dalam setiap kegiatan kampanye.

Keempat, menyelesaikan masalah yang terjadi sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku dan tidak akan melakukan segala bentuk kekerasan, intrik, intimidasi, provokasi selama pelaksanaan tahapan-tahapan Pilkada.

Kelima, menerima perolehan hasil suara pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bekasi Tahun 2018, yang nanti akan ditetapkan oleh KPU Kota Bekasi berdasarkan peraturan yang berlaku.

Keenam, mematuhi dan tidak akan melanggar ketentuan larangan kampanye sebagaimana yang diatur dalam Pasal 69 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016.Jo. Pasal 66 Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2017.

Ketujuh, mematuhi dan menyampaikan seluruh isi deklarasi ini kepada masyarakat Kota Bekasi dan pendukung KPU dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bekasi Tahun 2018.



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …