Kerap Dilanda Banjir, Warga Kali Baru Ancam Golput di Pilkada 2018

Sejumlah anak sekolah tengah melintas di depan Sekolah Dasar Kalibaru III, RT 1/3, Kampung Rawa Bambu, Kecamatan Medan Satria, Kamis (15/2/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Sejumlah anak sekolah tengah melintas di depan Sekolah Dasar Kalibaru III, RT 1/3, Kampung Rawa Bambu, Kecamatan Medan Satria, Kamis (15/2/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

HUJAN deras yang melanda Kota Bekasi selama lebih dari 4 jam, Jumat (15/2/2018), membuat sejumlah lokasi tergenang.

Salah satu yang terdampak cukup parah adalah Sekolah Dasar Kalibaru III, RT 1/3, Kampung Rawa Bambu, Kecamatan Medan Satria. Ketinggian air di kawasan tersebut mencapai selutut orang dewasa.

Menurut tokoh warga setempat, Ismi (55), wilayah Kampung Rawa Bambu adalah kawasan langganan banjir di Kota Bekasi.

Pasalnya, kata dia, sungai Kalibaru yang melintasi wilayahnya, kian dangkal dan tidak mampu menampung luapan air saat debit air hujan turun berlebih.

“Ada dua RW dan 5 RT yang kena banjir,” kata Ismi di lokasi, Kamis (15/1/2018) sore.

Ia mengungkapkan, bahwa mayoritas warga sudah merasa letih dan tidak tahan akan musibah banjir ini. Apalagi, kata dia, selama tiga tahun belakangan wilayahnya selalu kebanjiran.

Belum lagi harus membersihkan lumpur yang masuk ke dalam rumah usai banjir. Selain itu tidak sedikit warga yang terkena penyakit dan mengalami harta benda yang rusak akibat terendam banjir tersebut.

“Februari, tahun lalu, Gubernur Jawa Barat dan Walikota melakukan peninjauan langsung ke sini. Janjinya sih mau buat kolam retensi. Boro-boro kolam, dikeruk aja enggak, tuh sungainya,” ucap dia dengan nada kecewa.

Ia melihat, jika kinerja pemerintah, khususnya Pemerintahan Kota Bekasi lamban dalam penanganan pencegahan banjir.

Mereka pun kecewa dan sepakat untuk tidak terlibat dalam pemilihan kepala daerah yang akan berlangsung pada pertengahan tahun 2018 ini.

“Cape pak, janji-janji terus. Nanti pas Pilkada, juga janji lagi,” tegasnya.

Karena itu, warga berharap, Pemerintah Kota Bekasi dapat sesegera mungkin mencari solusi efektif terkait banjir yang kerap melanda wilayahnya.

“Ya, kedepannya warga juga berencana akan bergotog-royong untuk mengeruk alur sungai. Daripada nunggu pemerintah,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds