Pesan Kemenag Bekasi Terkait Valentine

KEMENTERIAN Agama Bekasi melarang perayaan Valentine bagi siswa-siswi Negeri maupun Swasta di Kota Bekasi. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kementrian Agama Bekasi Mujani.

Dirinya mengatakan Valentine bukan merupakan ajaran dalam agama Islam dan bukan pula budaya orang Indonesia.

“Bagi umat Islam tidak ada Valentine. Sama sekali tidak mendidik, dan itu bukan budaya kita,” terangnya Rabu (14/2/2018).

Kementerian Agama (Kemenag) juga mengimbau masyarakat memaknainya secara positif dan menghindari tindakan yang tidak sesuai aturan dan norma.

Harusnya kita memperingati hari tersebut secara baik, menghayati makna, dan jangan bertentangan norma-norma berlaku. Sebab, ia menilai banyak orang meluapkan kebahagiaan berlebihan.

Lebih lanjut ia mengatakan, jika makna kasih sayang sesama umat manusia menjadi pola pikir yang dihayati pada hati nurani. Lalu diaplikasikan ke sikap dan perbuatan membuat semua orang saling menyanyangi dan mengasihi. Sehingga, kehidupan bermasyarakat dapat tenang dan damai bahkan bisa melampaui sekat SARA.

Diringa mengajak pihak yang mengharamkan ucapan ‘selamat hari Valentine’ untuk memahami pihak lain yang membolehkannya, sehingga perbedaan pendapat itu tidak harus mengganggu hubungan persaudaraan antara sesama saudara sebangsa dan sesama manusia.

“Makna kasih sayang ini yang harus kita pahami dan terapkan di kehidupan bermasyarakat. Bayangkan, jika antarumat manusia menyanyi dan mengasihi tentu akan damai dan tenang. Sehingga, masyarakat bisa lebih kreatif dan produktif dibandingkan, saling membenci dan bertindak kasar,” tuntasnya. (dyt/gob)



loading...

Feeds