Pengerukan Kanal CBL Butuh Rp300 Miliar

DIKAJI : Kali CBL yang melintasi beberapa kecamatan di Kabupaten Bekasi masih dikaji kelayakannya oleh pemerintah pusat. Kali tersebut direncanakan akan digunakan untuk sarana transportasi air, atau water way.CF6/RADAR BEKASI

DIKAJI : Kali CBL yang melintasi beberapa kecamatan di Kabupaten Bekasi masih dikaji kelayakannya oleh pemerintah pusat. Kali tersebut direncanakan akan digunakan untuk sarana transportasi air, atau water way.CF6/RADAR BEKASI

BUPATI Bekasi Neneng Hasanah Yasin, mengatakan lokasi yang terendam saat ini sudah menjadi langganan banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah diinstruksikan untuk bersiaga membantu korban banjir.

Menurut Neneng, pemerintah daerah sudah berupaya untuk menanggulangi banjir tahunan, namun selalu terkendala. Karena persoalan utamanya ada pada Kali CBL.

“Memang hal itu (banjir) selalu kembali kepada Kali CBL yang belum dikeruk. Dikeruknya CBL itu butuh dana Rp300 miliar. Kemudian ketika sudah selesai dikeruk juga tidak serta-merta masalah banjir teratasi. Karena ketika sudah dikeruk, lumpurnya pasti naik lagi. Itu yang jadi persoalannya,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

“Itu dana segitu untuk satu kali ngeruk CBL. Belum lagi hasil dari kerukan itu kan ada pasirnya. Nanti salah persepsi lagi, dituduh penambangan liar. Jadi serba bingung lah gue,” lanjutnya.

Untuk saat ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiagakan BPBD dan perangkat lainnya untuk bersiaga membantu korban banjir.

“Mereka (BPBD) perlu segala macam untuk menanggulangi korban banjir, dengan Dinas Sosial juga standby membantu masyarakat. Jadi apa yang bisa kita bantu, ya dibantu,” ucapnya.

(enr/pj/gob)



loading...

Feeds