Meski Aman, Warga Kartini Tetap Waspadai Banjir Kiriman

Pemukiman warga di Jalan Kartini RT 008/003 Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (9/2/2018). Foto: Yurizka Aditya/Gobekasi

Pemukiman warga di Jalan Kartini RT 008/003 Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (9/2/2018). Foto: Yurizka Aditya/Gobekasi

INTENSITAS curah hujan yang tinggi selama beberapa pekan terkahir membuat was-was warga di Jala Kartini RT 008/003 Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur.

Soalnya, disanah menjadi salah satu titik wilayah yang menjadi langganan banjir. Apalagi, jika Kali Bekasi meluap dengan debit air yang tinggi.

Kondisi saat ini, wilayah tersebut bisa dibilang selamat. Betapa tidak, intensitas curah hujan yang tinggi masih dapat ditampung dengan bagus oleh saluran air.

Meski demikian, warga setempat masih tetap waspada dengan kiriman banjir dari Kali Cikeas dan Cilengsih. Hal ini diutarakan seorang pengusahan Tempe, Sri Mulya (37).

Ia pun sudah mengantisipasi jika banjir melanda wilayahnya. Salah satu caranya dengan menyediakan mesin diesel untuk menyedot air yang mengendap di pemukimannya.

Ia mengaku kapok setelah rumahnya diterjang banjir pada tahun 2016, silam. Banjir setinggi dada orang dewasa itu mengakibatkan ia rugi hingga puluhan juta.

“Warga yang terkena banjir kurang lebih 30 Kepala Keluraga pada 2016, tapi Alhamdulillah tahun ini tidak terkena banjir parah, hanya banjir semata kaki, lalu cepat surut,” katanya, Jumat (9/2/2018).

Bencana alam yang kerap melanda tak mengurungkan niat Sri untuk berpindah tempat tinggal. Soalnya, ia sudah menjalani usaha di lokasi setempat selama 17 tahun.

Jika memaksakan pindah, usahanya itu terancam gulung tikar alias bangkrut. Sebab, Sri sudah mempunyai konsumen tetap disanah.

“Meski banjir saya enggak mau pindah, karena ini tempat usaha saya juga, disini kalo hujan gak banjir, banjir kalau cuma dapet kiriman dari Bogor ajah,” ungkap Sri.

Sejauh ini, kata dia, banjir yang sering melanda daerahnya tersebut bisa di atasi dengan penyedotan melalui mesin diesel.

“Paling parah yah itu tahun 2016 sampai 523 kubik air yang tersedot, soalnya kalo nungguin surut, surutnya lama, yah antisipasinya kita harus sedot pake diesel,” tutupnya. (dyt/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …