Hubungan Gerindra dan Adhy Firdaus Kurang Harmonis?

Adhy Firdaus-Nur Supriyanto. (Foto: PKS Lampung)

Adhy Firdaus-Nur Supriyanto. (Foto: PKS Lampung)

KOMUNIKASI politik bakal calon wakil wali kota usungan Gerindra, Adhy Firdaus Saady, rupanya tengah kurang harmonis. Sejumlah politisi partai berlambang Garuda itu mempersoalkan pola komunikasi Firdaus yang dianggapnya kurang terbuka.

Pasalnya, secara kelembagaan di Partai Gerindra, sejumlah pengurus mengeluhkan “terputusnya” komunikasi dengan Firdaus.

“Secara organisasi partai kami sulit menjalin komunikasi denga Adhy,” keluh Sekretaris DPC Gerindra Kota Bekasi David Taga, Senin (5/2/2018).

David mengungkapkan, parpol bersama Firdaus kali terakhir menjalin komunikasi saat pendaftaran bakal pasangan (bapaslon), 10 Januari lalu. Setelah itu, intensitas komunikasi DPC Gerindra dengan pria berkacamata itu perlahan meredup. Bahkan, lanjut dia, Firdaus sampai mengabaikan agenda resmi DPC Gerindra Kota Bekasi. Padahal, jauh hari sebelum pelaksanaan selalu mengundangnya.

Menurut David, minimnya komunikasi dapat berdampak panjang. Terlebih, rekomendasi yang diterima Firdaus langsung dari DPP Gerindra. Sehingga, dia seharusnya menyadari amanat yang diberikan DPP Gerindra. Termasuk membangun komunikasi bersama DPC Gerindra Kota Bekasi.

“Tapi sampai sekarang ini dia tetap menjadi calon wakil wali kota dari Gerindra. Kami percaya, suatu waktu beliau harus menyadari amanat parpol sangat luar biasa,” terang David.

Kesulitan itu agaknya mulai berdampak meluas. Pasalnya, sebagian kader juga mulai mempertanyakan keterbukaan Firdaus terhadap internal DPC Gerindra Kota Bekasi. Namun demikian, parpol tidak bisa mengintervensi lebih jauh. Terutama berkaitan dengan kegiatan personal di luar tugas parpol.

“Kendala ini akan merugikan dia sendiri. Cara lama yang dilakukan secepatnya harus diubah,” kata dia.

PKS dan Gerindra menjalin koalisi dalam Pilwalkot Bekasi. Plt Ketua DPW PKS Jawa Barat Nur Supriyanto maju sebagai calon wali kota. Dia didampingi oleh Adhy Firdaus yang diusung Gerindra. Keduanya akan bertarung menghadapi petahana Rahmat Effendi yang menggandeng Kepala Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bekasi Tri Adhanto Tjahyono.

Terpisah, Ketua Tim Pemenangan Nur-Firdaus, Ibnu Hajar Tanjung mengakui kesulitan membangun komunikasi dengan Firdaus Selama ini, pihaknya justru lebih intens menjalin koordinasi bersama Nur.

“Kami juga tidak tahu keberadaannya di mana. Saya telpon, hendphonenya justru mailbox,” kata pria yang juga menjabat Ketua DPC Gerindra Kota Bekasi.

Dia menambahkan, pihaknya terus mencoba membangun koordinasi. Hal ini agar tak semakin berlarut. Terlebih, lanjut Tanjung, situasi saat ini semakin mendekati penetapan paslon, 12 Februari mendatang.

“Program yang kami sajikan juga tak bisa didiskusikan. Insya Allah, secepatnya koordinasi akan membaik,” terang dia.

(sar/pj/gob)



loading...

Feeds