Belasan Korban Penipuan Umrah Melapor ke Polres Metro Bekasi Kota

Belasan korban penipuan umrah PT. Solusi Balad Lumampah (SBL) melapor ke Mapolres Metro Bekasi Kota, Selasa (6/2/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Belasan korban penipuan umrah PT. Solusi Balad Lumampah (SBL) melapor ke Mapolres Metro Bekasi Kota, Selasa (6/2/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

SEBANYAK 17 orang mengaku sebagai korban penipuan dan penggelapan PT. Solusi Balad Lumampah (SBL), biro perjalanan umrah dan haji melapor ke Polres Metro Bekasi Kota. Pasalnya, mereka tak kunjung berangkat ke Mekah, meski sudah melunasi biaya umrah.

“Kami dijanjikan berangkat pada 24 Desember 2017, tapi sampai hari ini tidak diberangkatkan,” kata Kuasa hukum 17 jemaah umrah PT. SBL, Sri Ani Sutianti di Mapolres Metro Bekasi Kota, Selasa (6/2/2018).

Menurut dia, setiap jemaah telah melunasi biaya umrah senilai Rp20,5 juta. Jika diakumulatifkan, nilai yang sudah dibayar kepada pengelola umrah tersebut sebesar Rp348,5 juta.

“Kami bayarnya melalui rekening orang yang bertanggung jawab di PT. SBL cabang Bekasi, Suyantini,” kata Sri.

Ia mengatakan, cukup terkejut mendapatkan informasi melalui media massa, rupanya PT. SBL bermasalah. Bahkan, dua orang bos perusahaan itu telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Barat.

“Kami meminta refund atau uang dikembalikan secara utuh, karena sampai hari ini tak ada kejelasan,” kata Sri.

Karena itu, para kliennya melaporkan Suyantini sebagai orang yang bertanggung jawab di PT. SBL cabang Bekasi ke SPKT Polres Metro Bekasi Kota dengan nomor laporan STPL/64/K/II/2018/SPKT/Resta Bks Kota.

“Kami berharap polisi segera melakukan tindakan setelah ada laporan ini,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds