Aniaya Anak Hingga Tewas, Siti Ngaku Gara-gara Kesal dengan Suami

Siti Khanifah saat ungkap perkara di Mapolres Metro Bekasi, Senin (5/2/2018). (Foto: M Yakub/GoBekasi)

Siti Khanifah saat ungkap perkara di Mapolres Metro Bekasi, Senin (5/2/2018). (Foto: M Yakub/GoBekasi)

KEPOLISIAN Resor Metropolitan Bekasi Kota meringkus seorang ibu, Siti Khanifah (27) yang tega menganiaya anak kandungnya, Winda Wulansari, berusia 1,2 tahun hingga tewas di Jalan Plebisit RT 01/04 Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Minggu (4/2/2018) kemarin.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombespol Indarto, menjelaskan, kasus ini terkuak ketika warga mencurigai kematian yang tidak wajar. Soalnya, ketika jenazah korban dimandikan, sekujur tubuh bayi itu terdapat luka memar dan lebam.

“Warga sempat menanyakan kepada keluarga, tetapi tidak dijawab, dengan alasan keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban,” kata Indarto, Senin (5/2/2018).

Selanjutnya, salah satu kader Posyandu, Susi Librianthy (48), kekeh mendesak keluarga korban agar menjelaskan peristiwa yang sebenarnya. Ia mengancam tidak akan menguburkan jenazah Winda Wulansari.

“Jenazah yang sudah dimandikan dan dikafankan lantas tidak dikuburkan, Susi langsung melaporkan kejadian itu kepada petugas kami yang sedang piket. Susi melapor ada kematian bayi yang tidak wajar, petugas kami langsung mengolah TKP dan membawa ibu kandung korban ke kantor,” jelasnya.

Peristiwa penganiayaan itu semakin terkuak setelah penyidik berhasil menginterogasi ibu kandung korban. Rupanya, kepada penyidik, pelaku Siti mengaku baru tinggal di Kota Bekasi selama 3 hari.

Kepada penyidik Siti mengatakan sebelumnya tinggal di Pemalang, Jawa Tengah. Korban pun sebelumnya diasuh oleh mertuanya. Namun, semenjak mertua Siti meninggal, pada bulan November 2017. Winda kembali diasuh oleh Siti.

“Semenjak mertuanya meninggal itu Siti menganiaya anaknya. Ia beralasan kesal terhadap sang suami karena tidak pernah diberikan nafkah, suaminya kerja di Pademangan, Jakarta Barat,” ujar Indarto.

Penganiayaan yang terus berangsur itu sampai telinga sang suami, Angga Irawan (24). Suami pelaku kemudian pulang dan membawa anak istrinya ke Jakarta, belum lama ini.

Namun, sebentar di sana, mereka pindah ke kontarakan di wilayah Plebisit RT 01/04 Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, pada Jumat (2/2/2018).

“Saat itu kondisi korban sudah ada banyak luka memar dan lebam, di bagian mulut, wajah, tangan, punggung dan kedua kakinya,” kata Indarto. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …