Pemkot Bekasi dan Kadin Bahas Iklim Investasi

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Jumat (2/2/2018). (Foto: gobekasi)

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Jumat (2/2/2018). (Foto: gobekasi)

KADIN Kota Bekasi bersama Apindo dan para pengusahan di Kota Bekasi mengadakan acara coffee morning dengan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang bertempat di Graha Wulansari Jalan Kemakmuran, Margajaya, Kamis (1/2/2018).

Ketua Kadin Kota Bekasi Chairil Astari dalam sambutannya mengatakan, sinergitas dengan Pemerintah Kota Bekasi telah dilakukan yaitu dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi yang melakukan kegiatan tentang bagaimana para pengusaha Bekasi untuk dapat menjadi eksportir.

“Dan ke depan sudah ada juga kesepakatan untuk memberikan pemahaman dan pendalaman eksportir dalam bentuk diklat bagi para pengusaha, secara online pun sudah kita laksanakan dengan Dinas Koperasi dan UMKM dan pengrajin untuk bisa memasarkan produknya secara online karena sistem elektronik ini yang sudah tidak bisa kita hindari,” ujarnya.

“Perlu saya sampaikan juga bahwa pada bidang jasa konstruksi mereka sekarang ini kalah bersaing dalam proses lelang dengan pengusaha-pengusaha luar, dan Kadin perlu diberikan masukan dari Pemerintah Kota Bekasi mungkin Bagian ULP apa kekurangan dan kelemahan para pengusaha jasa konstruksi Kota Bekasi sehingga Kadin dapat memperbaiki kekurangan itu,” sambungnya.

Ketua Kadin Kota Bekasi juga menyampaikan perihal permohonannya untuk dapat memiliki kantor skretariat yang representatif tentunya disana bisa juga kita jadikan tempat atau alat untuk mempromosikan produk dari para pengusaha-pengusaha di Kota Bekasi.

Sementara itu Wali Kota Bekasi dalan sambutannya menyampaikan bahwa Kota Bekasi RPJMD tahun 2018 APBD-nya sudah disahkan hampir mendekati Rp6 triliun jauh jika kita lihat nilai itu saat tahun 1999, tidak lebih APBD-nya Rp165 miliaran Pendapapatan Asli Daerahnya Rp60 miliaran

“Bila kita bicara Kadin tentunya kita bicara investasi dan pengusaha, kalau kita bicara usaha tentunya ada laju pertumbuhan ekonomi, kota ini akan mati kalau ekonominya mati,” ujarnya.

“Dipungkiri atau tidak, salah atau tidak saya menyampaikan di forum ini, saya bersyukur hampir 17 tahun kota ini aman-aman saja, sehingga kota ini maju, dari catatan yang ada sekarang ini laju pertumbuhan ekonomi kita diatas 6 digit di atas Jawa Barat yang hanya 5,68 digit,” jelasnya.

Lanjutnya, hal utuh adalah buah kerja bersama hasil berfikir bersama pemerintah, kadin dan stakeholder lainnya. Ia berharap jaga kota ini bersama-sama agar kota ini terus aman, terus maju, terus menggeliat.

Pria yang akrab disapa Pepen itu menyampaikan, Kadin tidak mungkin tidak bersinergi dengan pemerintah karena Kadin adalah pintu gerbangnya investasi hanya kadang-kadang interpretasinya seolah-olah kadin adalah rivalitas dari pemerintah, seharusnya bersinergi utuh dengan Kadin dan Apindo karena dalam laju pertumbuhan ekonomi secara makro dan investasi yang ada harus dikelola bersinergi.

“Saya sampaikan dengan simplikasi pada saat kita canangkan bagaimana memperpendek proses-proses perizinan itu sehingga mempercepat kepastian hukum terhadap proses-proses perijinan yang ada, karena kita punya komitmen yang luar biasa terhadap investasi yang ada di Kota Bekasi,” ungkapnya.

“Tinggal tugas pemerintah dengan Kadin bagaimana memperdayakan anggota-anggotanya yang ada, kasihan dong orang punya NPWP di sini, orang punya rekening di sini, orang melakukan UMKM di sini, warga di sini sementara tidak mendapatkan kesempatan ekonomi di kota ini, itu tugas pemerintah,” pungkasnya. (adv/hms)



loading...

Feeds