Aduh… Harga Cabai Merah Keriting Naik

NAIK LAGI: Seorang pedagang cabai di Pasar Tambun, Entey (45) menunjukan cabai merah keriting yang mengalami kenaikan harga. DANI/Radar Bekasi

NAIK LAGI: Seorang pedagang cabai di Pasar Tambun, Entey (45) menunjukan cabai merah keriting yang mengalami kenaikan harga. DANI/Radar Bekasi

CUACA yang tak stabil selama satu bulan belakangan ini membuat pasokan cabai merah keriting berkurang di Kota Bekasi. Akibatnya, pada pedagang terpaksa menaikan harga untuk dipasarkan.

“Banyak petani yang gagal panen akibat sering turun hujan, makanya kami naikan harga yang semula Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram,” kata seraong pedagang di Pasar Baru Kranji, Suwardi (38), Jumat (2/2/2018) kepada GoBekasi.co.id.

Suwardi mengaku, kenaikan harga cabai merah keriting sudah naik dipasaran sejak satu pekan terakhir. Kenaikan membuat para konsumennya bertanya-tanya.

“Ya banyak yang kaget juga, tapi kan ini sudah menjadi hal yang biasa, jadi mereka paling yang biasanya beli satu kilo jadi setengah kilogram,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Makbullah, mengatakan harga cabai terpantau melambung di dua pasar di Kota Bekasi yakni, Pasar Baru Bekasi Timur dan Pasar Baru Kranji.
Memang, lanjut Makbullah, dua pasar itu menjadi pasar yang tolak ukur dari pasar-pasar lainnya di Kota Bekasi.

“Di Pasar Baru Bekasi Timur juga ditemukan harga cabai merah keriting meningkat sekitar Rp5 ribu per kilogramnya,” katanya.

Makbullah mengatakan, harga cabai yang meningkat itu juga bervariasi. Tergantung di mana para pedagang mengambil pasokan cabai.
Misalnya, pedagang yang mengambil pasokan dari tangan kedua atau ketiga, biasanya menjual harganya lebih tinggi daripada umumnya.

Sementara, pedagang yang mengambil pasokan dari Pasar Induk seperti di Pasar Induk Kramatjati Jakarta Timur atau Pasar Induk Cibitung, biasanya menjual cabai dengan harga yang relatif lebih murah.

“Para pedagang juga membeli pasokan cabai berdasarkan tren pasar yang ada. Ada yang juga sesuai kebutuhan saja,” jelas dia.

Makbullah mengatakan, kondisi ini mungkin masih akan berlangsung paling tidak sampai dengan perayaan Tahun Baru Imlek pada pertengahan Februari ini.

“Selain karena peristiwa perayaan Tahun Baru Imlek, juga biasanya menjelang perayaan itu, hujan akan terus berlangsung,” ujarnya.

Oleh sebab itu, pihaknya pun bersiap untuk mengantisipasi ketika adanya lonjakan harga yang lebih tinggi.

Ia menyebut akan berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk penyediaan stok cabai untuk operasi pasar. Sementara saat ini, Makbullah mengatakan masih belum perlu melakukan operasi pasar.

“Nanti kalau kenaikan sampai Rp20 ribu, baru kita upayakan operasi pasar. Tapi saya harap tak sampai melonjak tinggi,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …