Walikota Bekasi Harap Media Ikut Menjaga Kedamaian di Pilkada 2018

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat bincang santai di Kantor Radio Dakta, Kamis (1/2/2018). Foto: Istimewa/GoBekasi

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat bincang santai di Kantor Radio Dakta, Kamis (1/2/2018). Foto: Istimewa/GoBekasi

WALIKOTA Bekasi Rahmat Effendi berharap media masa ikut menjaga kedamaian Kota Bekasi pada perhelatan Pilkada serentak 2018, hal ini disampaikan walikota pada saat bincang santai serta bersilaturahmi dengan pemilik dan staff pegawai Radio Dakta, di kantor Radio Dakta, Kamis (1/2/2017).

Menurutnya, media merupakan unsur yang sangat penting dalam menjaga keamanan, dengan membuat pemberitaan yang berimbang dan bukan hoax akan memberi kesejukan bagi pembaca atau pendengarnya.

“Saya berharap agar semuanya saling menjaga, media unsur yang sangat penting. Beritanya juga harus berimbang, kritis boleh asal jangan hoax,” kata Rahmat.

Ia menjelaskan bahwa infrastruktur dan jaminan kesejahteraan lainya yang telah di upayakan pihaknya bersama jajaran saat ini juga sudah di rasakan Masyarakat.

Seperti Adanya Kartu Sehat berbasis NIK yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dimana pembuatan dan pengaktifannya sangat muda , dan pihak RS cepat dan tanggap menerima warga yg ingin berobat.

“Saya selalu berupaya agar warga Kota Bekasi terlayani dengan baik bahkan, KTP dan KK saat ini kami antar ke rumah warga,” ungkapnya.

Dirinya juga berharap agar pelaksanaan Pilkada Kota Bekasi dan Pilgub Jawa Barat berjalan lancar aman dan dapat menjadi contoh daerah lainya.

Terlebih, menurutnya, Kota Bekasi merupakan Kota yang penduduknya heterogen dari berbagai suku, Agama, Ras dan Antargolongan.

Diakuinya , tidak mudah membangun kota yang tidak banyak memiliki sumber daya alam , Akan tetapi pembangunan manusia menjadi kunci keberhasilan kemajuan Kota Bekasi.

“Bukan hanya infrastruktur saja, kita bangun pendidikanya, kesehatanya dan di siapkan lapangan kerjanya. Ini sudah kita lakukan dan akan terus di lakukan, ” katanya.

Sementara Direktur Utama Dakta, Andi Kosala mengatakan bahwa memang di Kota Bekasi di huni warga yang heterogen sehingga seorang pemimpin harus mampu berdiri di semua golongan umat. Jangan sampai ada warga Kota Bekasi yang terbengkalai dan terlantar.

“Memang Bekasi sudah banyak berubah sudah ada kemajuan, namun pembangunan juga harus di sertai dengan niat yang baik. Jangan sampai di Kota Bekasi ada warga yang masih mengeluh terlantar di RS, ” tandasnya. (adv/hms/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …