Oalah, Ini Dia Pengakuan Polisi Gadungan Pemilik Panti Pijat

Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota menggelar perkara polisi gadungan, Kamis (1/2/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota menggelar perkara polisi gadungan, Kamis (1/2/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

ABDILLAH (36), tersangka yang mengaku-ngaku sebagai anggota polisi di Kota Bekasi merasa putus asa karena selama bertahun-tahun ia kerap ditolak menjadi bagian korps baju coklat. Untuk itu, ia nekad membeli seragam polisi dan menggunakanya setiap hari.

“Dari tahun 1999 sampai sekarang saya selalu ditolak mendaftar di kepolisian. Makanya saya nekad jadi polisi gadungan,” kata Abdillah saat ditanya di Mapolres Metro Bekasi Kota, Kamis (1/2/2018).

Abdillah mengaku tak menyangka aksinya tersebut malah berujung dipenjara. Apalagi ia sendiri adalah pemilik panti pijat plus-plus di kawasan Jalan Raya Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat.

“Iya panti pijat itu punya saya,” katanya.

Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Wijonarko mengatakan, selain berseragam polri, tersangka juga mengganti plat nomor mobil pribadi menjadi plat nomor Polri.

“Sejauh ini kami masih mememeriksa pengakuan tersangka soal penggunaan plat nomor polri dan untuk apa ia melakukanya. Sebab informasi sementara ia adalah pemilik panti pijat,” katanya.

Kini, Abdillah terpaksa dijebloskan ke Rumah Tahanan Polres Metro Bekasi untuk mempertanggung jawabkanya perbuatanya. Ia dijerat pasal 508 KUHPidana dengan ancaman 1 bulan kurungan serta denda sebesar Rp4.500.

“Dari tangan tersangka, kami amankan seragam polri lengkap dengan lencana, sabuk dan baret. Selain itu, kami juga menahan satu unit mobil Daihatsu Sigra warna merah bernomor B 2523 TOZ,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …