Polisi Tetapkan 7 Tersangka pada Peristiwa Tawuran Berdarah

Wakapolres AKBP Wijonarko (kanan) Kasubbag Humas Polres Metropolitan Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing (kiri) saat gelar perkara tawuran berdarah, Senin (29/1/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Wakapolres AKBP Wijonarko (kanan) Kasubbag Humas Polres Metropolitan Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing (kiri) saat gelar perkara tawuran berdarah, Senin (29/1/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

KEPOLISIAN Resor Metropolitan Bekasi Kota menetapkan 7 orang tersangka pada kasus tawuran berdarah di Jalan Kaliabang Bungur, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Minggu (28/1/2018) kemarin.

Dalam aksinya, mereka membacok korban atas nama Muhammad Jafar Sofya menggunakan sebilah celurit yang mengenai bagian paha kiri korban. Sehingga, korban mengalami luka robek dengan 9 jahitan.

Para pelaku rata-rata masih dibawah umur yakni, HG alias Helmi (12) Ria alias BOO (17), TKW (17), MSA (17), MAI (17), MRP alias Payaji (16) dan BE alias Tolet (20).

Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Wijonarko, menjelaskan kalau sebelumnya pihaknya mengamankan 22 orang yang terlibat tawuran. Dalam penyidikian, polisi menetapkan 5 orang sebagai tersangka.

“Dari hasil pengembangan kami mendapatkan kabar ada dua tersangka lain dan kami tangkap di Bekasi Utara, salah satunya adalah pelaku utama yang membacok yakni, BE alias Tolet,” kata Wijonarko, Senin (29/1/2018).

Wijonarko mengatakan, mengingat para pelaku masih berusia dibawah umur. Pihaknya menggunakan Pasal 2 ayat 1 undang-undang Darurat Tahun 1951 dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 10 tahun penjara.

Sementara BE patut diduga melakukan tindak pidana penganiayaan berat sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 5 tahun penjara.

“Kami tetap lakukan tindak pidana agar mereka jera. Dari peristiwa ini kami juga mengamankan 7 bilah celurit, satu sweter warna biru dan celana jeans,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds