Polisi Panggil Seluruh Pimpinan Ormas yang Terlibat Bentrok

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombespol Indarto (tengah) didampingi Kabag Ops, AKBP Aslan.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombespol Indarto (tengah) didampingi Kabag Ops, AKBP Aslan.

KEPOLISIAN Resor Metropolitan Bekasi Kota, akan memanggil seluruh pimpinan Organisasi Masyarakat (Ormas) yang terlibat bentrok di depan Kantor Pemerintah Kota Bekasi pada, Kamis (25/1/2018) belum lama ini.

Sebelumnya, polisi tengah memeriksa 10 saksi mata dalam bentrokan itu, baik dari Ormas dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Besok, Selasa (30/1/2018), kami panggil semua pimpinan Ormas, kami ingin kroscek motifnya dan keterangan-keterangan sevelumnya,” kata Kapolres Metro Bekas Kota, Kombespol Indarto, Senin (29/1/2018).

Ormas yang terlibat saat itu diketahui dari Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), Forum Betawi Rempug (FBR) Pemuda Pancasila (PP) Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (Gibas) Angkatan Muda Siliwangi (AMS) dan Forum Warga Bekasi.

Indarto mengatakan, saat ini pihaknya belum dapat menetapkan tersangka. Soalnya, petugas masih mengumpulkan sejumlah alat bukti seperti rekaman video dan lainnya.

“Kami masih mendalami informasi dan fakta-fakta di lapangan, saat ini belum ada, makanya kami masih menggali keterangan kembali sampai mentok, jika ada fakta-fakat dilengkapi alat bukti, kami akan tetapkan tersangka. Namun, kalau tidak ada, kami akan hentikan kasusnya,” jelas dia.

Saat ini, yang baru ia terima keterangan. GMBI hanya ingin melaksanakan aksi unjuk rasa terkait upah pungut retribusi parkir sebagai syarat korupsi di lembaga Pemerintah Kota Bekasi. Juga berkenaan dengan menolak adanya Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender (LGBT) di Kota Bekasi.

“Sementara dari gabungan Ormas, infrmasi yang kami terima mereka hanya ingin menjaga kondusifitas di Kota Bekasi, ingin menjaga Kota Bekasi,” katanya.

Ia tidak menampik jika akan memeriksa pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi. Pemeriksaan itu bisa saja terjadi jika pihaknya mengalami urgency.

“Tetapi saat ini fokus kami adalah pada kasus bentroknya dulu, provokator, dan pengroyokan yang sudah dilaporkan, juga pengrusakan kendaraan,” jela dia.

Ia mengaku kalau pihaknya belum mengatahui adanya gabungan Ormas di dalam Kantor Pemerintah Kota Bekasi. Soalnya, izin yang masuk baru pihak GMBI dimana akan melaksanakan aksi unjuk rasa.

“Jadi, yang kami tahu, gabungan Ormas itu masuk tidak langsung semua, sedikit demi sedikit, mereka juga tidak menggunakan seragam Ormas, hanya kaos biasa saja, makanya ini yang akan kami mintai keterangan besok,” tandasnya.

Seperti diketahui, pada bentrokan itu, 24 orang mengalami luka-luka akibat lemparan batu dan bentrokan fisik di luar Kantor Pemerintah Kota Bekasi. 6 unit kendaraan bermotor juga rusak akibat itu. (kub/gob)



loading...

Feeds