Cara Mengurus Akta Kematian di Kota Bekasi

(Ilustrasi) Suasana pelayanan e-KTP di kantor Disdukcapil Kota Bekasi terlihat sepi karena pusat data kembali mengalami gangguan, Kamis  (10/9). Andi Radar Bekasi

(Ilustrasi) Suasana pelayanan e-KTP di kantor Disdukcapil Kota Bekasi terlihat sepi karena pusat data kembali mengalami gangguan, Kamis (10/9). Andi Radar Bekasi

SETIAP individu yang meninggal berhak mendapatkan dokumen berupa Akta Kematian yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Oleh karena itu, bagi keluarga almarhum yang belum mengurus dokumen itu, diimbau segera mengurusnya.

Untuk mempermudah masyarakat Kota Bekasi mengurus Akta Kematian, gobekasi.co.id akan membantu melalui tulisan ini.

Syarat pengajuan pembuatan Akta Kematian ke Disdukcapil Kota Bekasi adalah sebagai berikut:

  • Formulir F-2.31 (dijelaskan kemudian);
  • Fotokopi KTP almarhum 1 lembar;
  • Fotokopi KTP pemohon 1 lembar;
  • Fotokopi Akta Kelahiran pemohon 1 lembar;
  • Surat Keterangan Kematian dari Kelurahan (asli);
  • Surat Keterangan Kematian dari rumah sakit (asli);
  • Fotokopi Buku Nikah almarhum 1 lembar;
  • Surat pengatar dari RT dan RW.

Formulir F-2.31 didapatkan dari kelurahan tempat almarhum tercatat. Untuk mendapatkan formulir F-2.31 diperlukan:

  • Surat Pengantar RT dan RW;
  • Fotokopi KK 1 lembar;
  • Fotokopi KTP almarhum 1 lembar;
  • Fotokopi Surat Keterangan Kematian dari rumah sakit 1 lembar;
  • Fotokopi Akta Kelahiran almarhum.

Cara mengurus Akta Kematian secara kronologis:

Pertama, warga datang kepada ketua RT dan meminta 2 surat pengantar: (1) untuk permohonan formulir F-2.31 ke kelurahan dan (2) untuk permohonan pembuatan Akta Kematian ke Disdukcapil.

Kedua, warga datang ke kelurahan membawa Surat Pengantar yang ditandatangani RT dan RW, fotokopi KTP almarhum, fotokopi KK, fotokopi Akta Kelahiran almarhum dan fotokopi surat keterangan kematian dari dokter.

Warga kemudian akan diminta mengisi F-2.31, kadang petugas kelurahan yang mengisi langsung. Setelah mendapatkan formulir F-2.31, warga tinggal ke Disdukcapil bersama dengan persyaratan yang diminta.

Ketiga, warga datang ke Disdukcapil, ke loket Akta Kematian. Warga tidak perlu mengantre. Langsung datang dan menyerahkan berkas kepada petugas.

Jika NIK almarhum tak tervalidasi, pengurus akan diminta membawa berkas tersebut ke lantai 2 agar divalidasi terlebih dahulu. Di lantai 2, tempat validasi, letakkan berkas di meja. Kemudian pengurus akan dipanggil.

Prosesnya singkat, hanya 10-15 menit. Sesudah NIK almarhum kembali muncul atau tervalidasi, pengurus kembali ke loket Akta Kematian dan menyerahkan berkas itu lagi. Setelah selesai, pengurus akan mendapatkan Tanda Terima Berkas Akta Kematian.

Di berkas itu terdapat informasi kapan Akta Kematian selesai dibuat dan dapat diambil pengurus. Ketika ingin mengambil Akta Kematian, pastikan tanda terima dibawa. Akta Kematian pun berhasil dibuat.

Catatan:

  • Pengurusan Akta Kematian tidak dijangka, bahkan untuk yang telah meninggal dalam waktu lama.
  • Tidak ada biaya administrative
  • Jika almarhum tidak memiliki Akta Kelahiran dapat digantikan Surat Tanda Kenal Lahir atau ijazah.

(dam/gob)

 



loading...

Feeds

Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …