Pengendara Taksi Online Demo Besar-besaran Besok?

Bentrok yang terjadi di ruas tol dalam kota, Selasa (22/3/2016) kemarin. Para supir taksi saling menyerang sejumlah pengendara ojek online. Foto layar video amatir

Bentrok yang terjadi di ruas tol dalam kota, Selasa (22/3/2016) kemarin. Para supir taksi saling menyerang sejumlah pengendara ojek online. Foto layar video amatir

KEMENTRIAN Perhubungan menegaskan bahwa kabar yang beredar di medsos tentang akan adanya demo besar-besaran para driver taksi online, tidak benar.

”Masyarakat tidak perlu panik dan khawatir. Informasi tersebut tidak benar,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi dari Makasar, Sabtu (27/1/2018).

Budi menyampaikan bahwa pihaknya telah bertemu dengan perwakilan pengemudi angkutan online dari beberapa daerah.

Para pengemudi online menyampaikan bahwa mereka akan tetap beroperasi secara normal dan mendukung penerapan Permenhub 108.

”Karena mereka sebagai pengemudi angkutan online ingin segera di legalkan,” Katanya.

Dalam Permenhub 108, beberapa poin yang mengatur soal angkutan online nyatanya adalah usulan dari asosiasi pengemudi taksi online.

”Soal tarif, kuota dan CC kendaraan malah merupakan usulan dari pengemudi angkutan online dan sudah kita akomodir,” ungkap Budi.

Selain itu, Budi sendiri telah merasa pihaknya telah melaksanakan sosialisasi sejak lama. Bahkan sejak sebelum peraturan ini disahkan.

Sosialisasi tersebut sudah melibatkan semua stakeholder dan mengundang semua asosiasi.

Saat dikonfirmasi, Asosiasi Driver Oline (ADO) menyatakan bahwa ADO tidak terlibat dalam aksi yang direncanakan pada Senin (29/1/2018).

”ADO tetap berproses memenuhi persyaratan Permenhub 108/17,” tegas Christiansen FW Wagey, Ketua Umum ADO kemarin (27/1).

Keputusan ADO mendukung Permenhub 108 adalah murni aspirasi dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ADO di 13 provinsi seluruh Indonesia.

Menurut Christian, Permenhub 108 sudah sangat mengakomodir kepentingan driver taksi online serta sudah jauh lebih baik dr Permenhub 26 tahun 2017.

Padahal, substansi dalam Permenhub 108 dan Permenhub 26 relatif sama. ”Kecuali di Permenhub 26 STNK wajib balik nama ke Koperasi. Sementara di Permenhub 108 meskipun ikut koperasi, boleh nama perorangan,” katanya.

Selain itu, Permenhub 108 memberikan kepastian hukum pada driver agar tercipta suasana yang kondusif di lapangan.

Tidak ada lagi gesekan antara angkutan online dengan angkutan konvensional. ”Ini juga memberikan rasa aman terhadap penumpang yang menggunakan jasa angkutan online,” katanya. (ham/tau/jun/kim/jpnn/gob)

 



loading...

Feeds