Perhatikan Hal Detail Agar Sukses Berbisnis

Salah satu wedding cake rancangan Joice saat digunakan mempelai di Sheraton Hotel Surabaya. Foto: Jpnn

Salah satu wedding cake rancangan Joice saat digunakan mempelai di Sheraton Hotel Surabaya. Foto: Jpnn

PESTA pernikahan tanpa kehadiran wedding cake memang tak lengkap. Bentuknya yang beragam dan memiliki nilai filosofis membuat wedding cake memegang peranan penting. Hal itu yang diyakini oleh Joice Lie, seorang Expert Wedding Cake dari Evergreen Cake Boutique.

Perkenalannya dengan wedding cake sudah terjadi sejak lama. Tepatnya saat dia masih kecil dulu. Bagaimana tidak, ibunya, Yulia merupakan seorang pengusaha bridal dan one stop wedding service tenar di Surabaya pada dekade 1980 – 1990an.

”Jadi dari kecil saya sudah akrab dengan yang namanya pernak-pernik pernikahan,” katanya.

Awalnya, dia ingin meneruskan jejak ibunya membuat bisnis wedding service. Namun, suaminya, Indra Mulyawan memberikan pandangan lain. Bagaimana kalau bisnis wedding cake terlebih dahulu. Sebab, mereka masih memiliki satu anak kecil.

”Takutnya kalau handle wedding service yang lengkap, anak saya nggak dapat perhatian yang baik. Kalau hanya wedding cake kan masih bisa,” jelasnya.

Setiap hari ibu dari Cathy Celia itu selalu membuat desain kue terbaru, sekaligus memantau karyawannya yang bekerja di workshop miliknya di kawasan Kenjeran Surabaya. Menurutnya, kunci sukses membangun usaha terletak pada detail.

Itu juga yang dia terapkan pada usaha wedding cakenya. Meski baru berjalan empat tahun, namun produknya sudah dipercaya banyak orang. Tidak hanya dari Surabaya dan Jawa Timur saja, tetapi juga dari luar pulau.

Setiap membuat wedding cake, Joice selalu menerapkan standar tinggi. Termasuk soal presisi dan detail. Seperti pada salah satu kue rancangannya yang berbentuk kastil dan memiliki ukuran 2,75 x 2,5 meter. Kue yang berwarna dominan silver dan putih itu membutuhkan waktu pembuatan hingga 2 bulan.

Wedding cake karyanya itu disusun menggunakan rangka styrofoam dengan sistem knockdown atau bongkar pasang. Pada setiap sambungan diberikan nomor. Jadi, kue dapat dibongkar pasang untuk meminimalkan risiko saat perjalanan.

Nah, ketelitian dan sense of detail Joice terlihat pada belasan pilar yang dibuat dengan ukuran yang presisi. Dilengkapi dengan jendela dan kasa yang tampak seperti kaca. Di setiap jendela dan pintu, terdapat ukiran yang dibuat menggunakan gergaji mesin.

”Kalau kita mampu membuat karya yang detail, hasilnya pasti memuaskan. Kalau sudah begini yang happy kan klien. Karena momen pernikahan itu seumur hidup sekali, jadi harus dibuat sesempurna mungkin,” ujar dia.

Jika hasil kuenya detail dan bagus, otomatis kata Joice harganya bisa dipatok premium. Sebagai contoh, untuk sewa wedding cake miliknya, mempelai harus merogoh kocek minimal Rp 15 juta. Semakin besar ukuran dan detail, maka harganya semakin mahal.

Sukses membangun bisnis wedding cake menurut Joice tak lepas dari dukungan keluarga. Terutama sang suami yang akrab disapa Lie Indra dan buah hati mereka. Menurutnya, suami adalah partner terhebat.

”Beliau itu teman diskusi yang membangun dan menyenangkan. Banyak hal yang saya dapatkan dari supportnya,” jelas Joice.

Joice mengaku, setiap selesai mendesain kue, sang suami lah yang akan dia beritahu pertama kali. Dari situ biasanya muncul diskusi. Misalnya membahas tentang konsep, pemilihan warna, hingga detail kue. ”Suami saya orang yang tidak kalah detail juga dibanding saya,” katanya sambil tertawa.

Dengan mendapat dukungan penuh dari orang tercinta, Joice yakin usahanya akan semakin besar. Bahkan terkadang sang suami lah yang memberikan masukan tentang tren kue terbaru dari majalah luar negeri yang sering dibaca.

Ada satu kebiasaan yang selalu dilakukan Joice dan keluarga kecilnya. Yakni, menyempatkan diri untuk berlibur pada momen-momen tertentu. Misalnya saja saat akhir tahun, liburan anak sekolah, atau saat liburan panjang.

Baginya berlibur bersama adalah salah satu cara merekatkan hubungan antar anggota keluarga. Hobi travelling itu sudah dia lakoni sejak awal membangun mahligai pernikahan. Destinasinya bisa di dalam atau luar negeri.

Dan, selain berlibur, Joice selalu menyempatkan diri untuk menimba ilmu di bidang kue atau pastry yang dia tekuni di negara tempat dia berkunjung. Seperti yang terbaru dia lakukan akhir tahun lalu saat liburan ke Amerika Serikat. Di Negeri Paman Sam itu dia mengunjungi tiga kota yakni San Francisco, Los Angeles, dan Las Vegas.

Saat stay di Hotel Hilton San Francisco, Joice belajar membuat pastry langsung ke pastry chef Hilton Hotel, John. ”Beliau welcome sekali mengajari saya membuat kue-kue kecil. Dari situ saya belajar tentang citarasa khas Amerika,” katanya.

Tak hanya di Amerika saja, minat menimba ilmu Joice juga dia lakukan saat berlibur di negara lain.  ”Saya inginnya selalu dapat ilmu baru demi memberikan yang terbaik untuk klien-klien di Indonesia,” jelas dia. (JPNN/pda/gob)



loading...

Feeds