Kader Hanura Kota Bekasi Tuding Winoto ‘Penumpang Gelap’

Winoto terpilih sebagai ketua Hanura Kota Bekasi, Kamis (25/1/2018). (Foto: Ist)

Winoto terpilih sebagai ketua Hanura Kota Bekasi, Kamis (25/1/2018). (Foto: Ist)

KADER Hanura Kota Bekasi menuding Winoto sebagai ‘penumpang gelap’ di tengah konflik dua kubu yang terjadi di level pusat. Hal ini disampaikan Ketua Bapilu DPC Hanura Kota Bekasi, Wembri, Jumat (26/1/2017).

Menurutnya, Winoto telah menunggangi situasi gaduh yang terjadi dalam Hanura dengan memaksakan digelarnya Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) Hanura Kota Bekasi di kantor DPD Hanura Jawa Barat, belum lama ini.

Padahal, kata Wembri, partai di level pusat sudah memberikan intruksi tegas untuk menghentikan Muscablub di tingkat kota dan kabupaten dan juga Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) di level Provinsi.

“Sesuai intruksi DPP jelas dan tegas sekali bahwa stop itu yang namanya Muscablub atau Musdalub. Karena Hanura sepakat menempuh jalur islah, dengan tujuan membesarkan partai. Tapi Winoto justru memanfaatkan dinamika yang ada untuk kepentingan pribadinya menjadi ketua DPC Hanura,” kata Wembri kepada GoBekasi.co.id.

Artinya, kata dia, Winoto dengan terang benderang mengabaikan kepentingan partai. Atau, dengan kata lain, ia telah melawan kebijakan partai.

“Jadi di sini sebenarnya telah terlihat mana orang yang ingin membesarkan partai dan orang yang hanya ingin memaksakan ambisi pribadinya dengan menunggangi partai,” kecam dia.

Dengan tindakannya tersebut, Wembri meminta agar partai mengambil langkah tegas terhadap oknum-oknum seperti Winoto.

“Oknum-oknum seperti Winoto inilah yang harus dihilangkan dari partai kalau partai ingin besar,” katanya.

Wembri sendiri sebagai pengurus Hanura Kota Bekasi memberikan gambaran, bahwa Hanura Kota Bekasi dalam kondisi baik-baik saja secara organisasi di bawah kepemipinan Syaherallayali. Apalagi jika bicara kepentingan partai secara luas, yakni Pemilu 2019.

“Kami Hanura Kota Bekasi di bawah Syaherallayali solid dan dan siap menghadapi hajat besar di tahun 2019. Jika bicara verifikasi partai sebagai syarat untuk mengikuti Pemilu, kami pun sudah rapi. Jangan sampai kerja partai yang sudah bagus dirusak oleh oknum seperti Winoto,” kata dia.

Terakhir, Wembri menyinggung soal klaim Winoto sebagai Ketua DPC Hanura Kota Bekasi hasil Muscablub baru-baru ini. Bagi Wembri, hal itu cuma dagelan saja yang dibuat Winoto dan kroninya.

“Jelas intruksi DPP hentikan Muscablub dan Musdalub. Artinya yang dilakukan Winoto itu dagelan. Dan saya beserta kader serta pengurus Hanura tidak akan mengindahkan itu. Kami hanya fatsun atau taat keputusan DPP,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto telah mempertemukan dua Ketua Umum Hanura yang berseberangan, yakni Oesman Sapta Odang (OSO) dan Daryatmo, di Hotel Ritz Charlton, Kuningan, Jakarta, Selasa (23/1/2018).

Usai pertemuan, Wiranto mengatakan, konflik di Hanura sudah selesai pascapertemuan antara dirinya, OSO, dan Daryatmo.

“Sudah, sudah selesai. Tidak ada lagi, tidak ada lagi (kubu-kubuan di Hanura),” tandasnya (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …