Bentrokan Antar Ormas Jadi Pelajaran bagi Panwaslu Kota Bekasi

Ketua Panwaslu Kota Bekasi Novita Ulya Hastuti saat ditemui di  kantornya Jalan Mayor Hasibuan Nomor 4 RT 005/08, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Senin (25/9/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Ketua Panwaslu Kota Bekasi Novita Ulya Hastuti saat ditemui di kantornya Jalan Mayor Hasibuan Nomor 4 RT 005/08, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Senin (25/9/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

BENTROKAN antar Organisasi Masyarakat (ormas) di depan Kantor Pemerintah Kota Bekasi, Kamis (25/1/2018), menjadi pelajaran berharga. Bentrokan itu menjadi pelajaran agar tak terjadi gejolak sosial. Terlebih, penyelenggaraan Pilkada Kota Bekasi 2018 segera berlangsung.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bekasi, Novita Ulya Hastuti, mengatakan bentrokan yang terjadi menjadi pelajaran berhaga bagi lembaganya. Dengan terjadinya bentrokan itu, secara tidak langsung Panwaslu dituntut untuk lebih bersikap adil dan netral.

“Kami setiap saat koordinasi dengan stakeholder terkait untuk menjaga hal-hal yg tidak di inginkan,” kata Novita, Jumat (26/1/2018).

Novita mengatakan pasca bentrokan itu perlu adanya peningkatan koordinasi dengan kepolisian. Peningkatan juga berlaku kepada Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam).

Pasalnya, Panwascam meliputi wilayah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat banyak. Sehingga, Panwascam diminta untuk rutin melakukan koordinasi sebagai antisipasi terjadinya gejolak sosial.

Dia mengaku, ada kekhawatiran munculnya gejolak sosial pasca bentrokan antar ormas. Namun demikian, pihaknya hanya merujuk pada tata hukum yang telah dilindungi undang-undang sebagai Panwaslu.

“Proses  demokrasi akan lebih baik jika dibarengi dengan kedewasaan berpikir. Bahwa Kota Bekasi milik bersama dan semoga kita bisa saling menjaga Kota Bekasi dengan baik,” kata dia.

Dia menambahkan, bentrokan tersebut menjadi refleksi bersama seluruh pihak. Tujuannya agar tidak terjadi peristiwa serupa. Sehingga, proses pesta demokrasi Kota Bekasi berlangsung dalam lingkar kondusifitas.

Lembaganya menghimbau agar kondusifitas Pilkada menjadi tanggung jawab bersama. Terutama, mengedepankan pendekatan dialogis dan persuasif jika terjadi misinterpretasi dalam dinamika politik di Kota Bekasi.

“Tindakan preventif berupa pemetaan tingkat kerawanan sejauh ini sudah dilakukan dengan berbagai stakholder. Dalam hal ini khususnya pihak KPU Kota Bekasi dan kepolisian,” terang dia.

Terpisah, Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing, mengatakan kalau pihaknya akan meningkatkan intensitas koordinasi bersama KPU dan Panwaslu Kota Bekasi. Terutama untuk menghasilkan pemataan titik rawan pada Pilkada Kota Bekasi.

“Yang jelas nanti akan penjagaan TPS-TPS. Kami masih memelajari pemetaannya,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds