Tri Adhianto: 40 Persen Titik Banjir di Kota Bekasi Teratasi

Air hujan yang menggenang hingga setinggi 1 meter membuat lalulintas dari dan menuju Bekasi nyaris lumpuh, Minggu (19/02/2017). FOTO: Muhammad Yakub/GoBekasi

Air hujan yang menggenang hingga setinggi 1 meter membuat lalulintas dari dan menuju Bekasi nyaris lumpuh, Minggu (19/02/2017). FOTO: Muhammad Yakub/GoBekasi

KEPALA Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menyampaikan bahwa saat ini sudah 40 persen dari 49 titik banjir di Kota Bekasi teratasi.

Air yang biasanya menggenangi dan merendam rumah warga mulai berkurang sejak dibangunnya kolam retensi atau polder air di sejumlah titik.

“Penanganan titik banjir memang belum sepenuhnya, tapi setidaknya genangan banjir di beberapa lokasi titik banjir tidak sampai masuk ke permukiman warga,” katanya, Kamis (24/1/2018).

Menurut Tri, sekarang warga bisa beraktivitas seperti biasa tanpa diganggu oleh rendaman air. Namun ,dia tidak menampik, diperlukan waktu beberapa saat bagi air untuk masuk ke saluran.

“Sekarang tinggal antrean air masuk ke saluran air saja, hujan selesai air sudah masuk ke saluran,” tutur dia.

Tri menjelaskan, wilayah Kota Bekasi berada di dataran rendah. Bahkan tingkat elevasi topografi Kota Bekasi ke laut hanya sekitar 2 derajat atau 27 meter.

Tidak hanya itu, asal mula wilayah Kota Bekasi pun adalah hamparan rawa, namun kini mulai beralih menjadi permukiman.

“Karena itu Kota Bekasi rawan banjir, tapi bukan berarti kita diam. Pemerintah tetap berupaya menanggulanginya,” jelas dia.

Salah satu upaya pemerintah, kata dia, adalah membangun kembali polder air sebagai tempat penampungan air sementara.

Sejauh ini sudah ada sembilan polder yang telah dibangun di Kota Bekasi. Di antaranya adalah polder Aren Jaya, Danita, Pengasinan, Galaxy, Kali Mati, Rawa Pasung, IKIP, Bendung Koja, Perumahan Pondok Mitra Lestari (PML) dan Villa Indah Permai (VIP).

“Biaya pembangunan satu polder menghabiskan anggaran sebesar Rp 30 miliar hingga Rp45 miliar. Dana bukan hanya digunakan untuk pengerukan saja, tapi pembelian pompa,” beber dia.

Dia menambahkan, anggaran penanggulangan banjir tahun ini tetap dialokasin untuk melanjutkan pembangunan polder air di beberapa titik. Contohnya, polder IKIP sebesar Rp15 miliar dan Aren Jaya Rp15 miliar.

“Memang pembangunannya dilakukan secara bertahap, tahun ini masih dilanjutkan,” ujarnya.

Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Bekasi, Roby Hermawan mengatakan, prakiraan puncak banjir akan terjadi hingga Januari 2018.

Hanya saja, dia mengkhawatirkan jika terjadi di bulan itu maka akan terjadi keterlambatan bantuan. Sebab, proses pencairan APBD membutuhkan waktu lama.

“Sedangkan kita butuh cepat untuk memberi bantuan. Itu yang saya khawatirkan kalau puncak banjir pada Januari 2018,” kata Roby.

Menurut Roby, salah satu sumber banjir adalah Kali Bekasi. Di Kali itu menjadi tempat aliran air dari wilayah Bogor, dan mengaliri sejumlah titik seperti pemukiman di Bekasi Selatan, Bekasi Utara hingga sampai ke hilir.

Namun, kata dia, sampai sekarang belum ada kejadian banjir yang cukup besar meski sudah memasuki musim penghujan.

“Paling hanya genangan,” tuturnya.

Sejauh ini, kata Roby, tinggi genangan akibat hujan sudah mencapai 120 centimeter. Namun, khusus untuk wilayah Ciketing Udik yang terkena banjir satu meter karena disebabkan kerusakan drainase.

“Bukan karena curah hujan atau kiriman air dari Bogor. Tapi banjir di Ciketing karena kerusakan drainase,” jelasnya.

Selain aliran Kali Bekasi, titik banjir juga akan mewabah ke Kali Cakung. Roby mengaku, untuk Kali Cakung, air bakal menyapu daratan wilayah Barat, seperti Perumahan Dosen IKIP, Perumahan Nasio, Perumahan Harapan Baru dan pemukiman lainnya.

Tapi, saat ini kondisi air masih normal meski hujan sudah mengguyur Kota Bekasi beberapa hari ini. “Belum ada intensitas tinggi akibat hujan,” tandansya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …