Penarik Becak di Kota Bekasi Hijrah ke DKI

PENGOLAHAN SAMPAH: Penarik becak melintasi lokasi pengeolahan sampah yang berdiri di jalan Gatot Subroto, Cikarang Utara. Tempat pengolahan sampah tersebut telah dibangun oleh pemerintah dan bakal digunakan sebagai tempat pengolahan sampah menjadi pupuk kompos. AMARULLOH/RADAR BEKASI

PENGOLAHAN SAMPAH: Penarik becak melintasi lokasi pengeolahan sampah yang berdiri di jalan Gatot Subroto, Cikarang Utara. Tempat pengolahan sampah tersebut telah dibangun oleh pemerintah dan bakal digunakan sebagai tempat pengolahan sampah menjadi pupuk kompos. AMARULLOH/RADAR BEKASI

PEMERINTAH Provinsi (Pemrov) DKI telah mencabut larangan operasi becak. Tak ayal, keputusan itu disambut positif penarik becak di Kota Bekasi.

Pasalnya, sejumlah penarik becak yang berada di perbatasan Jakarta Timur berencana akan hijrah ke DKI untuk mencari titik pangkalan.

Sebanyak 30 penarik becak yang biasa mangkal di Jalan Jendral Sudirman, Bekasi Selatan telah melirik potensi pendapatan di DKI. Khususnya, pasca Gubernur DKI Anies Baswedan membolehkan operasi becak.

Terlebih, masyarakat ibu kota dianggap masih banyak yang berminat menggunakan jasa penarik becak.

“Teman-teman di sini sudah memutuskan untuk berpindah ke daerah Jakarta Timur. Banyak potensi yang pendapatan di sana,” ujar salah satu penarik becak Damuri (47), Kemarin (25/1/2018).

Pria yang saban hari mangkal di depan salah satu pusat perbelanjaan di Bekasi Selatan ini menuturkan, dibukanya izin operasional becak di DKI secara tidak langsung membuka peluang pertumbuhan penarik becak.

Apalagi, dirinya selama ini kerap main kucing-kucingan selama mencari nafkah di Kota Bekasi. Mengingat, para penarik becak di Kota Bekasi tak bisa leluasa menangkut penumpang lantaran terganjal peraturan daerah (Perda).

Dia mengaku tak selalu waspada ketika menarik tumpangan. Pasalnya, tiap hari banyak petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi yang melakukan razia. Tak ayal, kondisi tersebut membuat dirinya tidak bisa bebas melenggang menarik tumpangan.

“Sehari pendapatan cuma Rp 100 ribu. Itu juga kucing-kucingan sama petugas,” terang pria asal Pekalongan, Jawa Tengah.

Namun demikian, rencana perpindahan tersebut dinilai perlu dipikir dua kali. Menurut salah satu penarik becak lainnya, Dul Hadi (52), akan percuma jika berpindah ke DKI jika saingannya masih bersama ojek daring.

Pasalnya, pendapatannya di Kota Bekasi juga menurun sejak penumpang beralih ke ojek daring.

“Minggu depan saya mau survei dulu. Niatnya mau ke Jakarta Pusat, kalau bagus saya mau gowes becaknya ke sana,” kata Dul yang telah menarik becak sejak 1997 silam.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Bekasi, Cecep Suherlan menyatakan senang jika penarik becak di wilayahnya berpindah ke DKI. Soalnya, Kota Bekasi memiliki aturan terkait peredaran becak.

Yakni Perda Nomor 52 Tahun 1998 tentang jalan protokol di Kota Bekasi harus bebas dari becak dan kendaraan tidak bermotor seperti gerobak.
Dia mengatakan, larangan tersebut diimbangi dengan masifnya razia yang gelar lembaganya.
“Setiap hari kami keliling untuk merazia di jalan-jalan protokol,” kata Cecep.

Cecep menyatakan, rencana perpindahan tersebut diharapkan tak memunculkan masalah sosial di DKI. Sebab, persaingan transportasi di ibu kota berjalan ketat.

Sehingga, warga Kota Bekasi yang pindah diharapkan tak memicu persoalan.

Cecep mengungkapkan, becak di Kota Bekasi bukan transportasi utama yang diminati masyarakat. Hanya saja, becak kerap menjadi solusi bagi warga yang ingin pergi ke pasar.

“Di sini tinggal sekitar 400 becak. Gak banyak. Bagus kalau pindah, kita semakin gencar menegakan perda,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …