Jumlah Korban Luka-Luka dalam Bentrok Ormas Jadi 24 Orang

Kondisi di bagian halaman Kompleks Pemkot Bekasi saat bentrokan terjadi, Kamis (25/1/2018). (Foto: Ist)

Kondisi di bagian halaman Kompleks Pemkot Bekasi saat bentrokan terjadi, Kamis (25/1/2018). (Foto: Ist)

KEPOLSIAN Resor Metropolitan Bekasi Kota, menyampaikan bahwa jumlah korban luka-luka pada insiden bentrokan Organisasi Masyarakat (Ormas) di depan Kantor Pemerintah Kota Bekasi bertambah.

Korban yang semula hanya empat orang dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol Pp) Kota Bekasi. Kini jumlahnya bertambah 20 orang, Kamis (25/1/2018).

“Korban luka dari GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) 18 orang dan 2 orang dari ormas PP (Pemuda Pancasila) 4 orang dari Satpol Pp. Mereka luka-luka karena terkena lemparan botol dan batu,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombespol Indarto kepada GoBekasi.co.id.

Selain korban luka, bentrokan itu juga mengakibatkan kerusakan pada 3 mobil milik anggota Ormas dan 3 sepeda motor yang terparkir di halaman.

Menurutnya, bentrokan terjadi karena ormas gabungan merasa terhina dengan orasi yang disampaikan anggota GMBI.

Adapun massa GMBI melakukan aksi unjuk rasa untuk menuntut pengusutan indikasi adanya kebocoran pajak dan retribusi parkir di Bekasi.

“Orasi yang dilakukan GMBI dianggap menghina ormas gabungan yang sudah standby di Pemkot Bekasi sehingga memancing kemarahan ormas gabungan,” jelas dia.

Akhirnya, terjadi saling provokasi dan anggota GMBI mencoba merangsak masuk dengan mendorong pagar besi yang telah dijaga oleh unsur Satpol Pp dan kepolisian.

Baku hantam pun tak terhindarkan antara Ormas gabungan dan GMBI. satu-satu diantara mereka naik pagar dan terlibat adu pukul dengan tangan kosong.

“Pelemparan botol air mineral dari arah dalam Pemkot Bekasi yang selanjutnya terjadi saling lempar antara massa GMBI dan ormas gabungan sehingga bentrok tidak terhindari,” katanya.

Ia mengatakan, bentrokan tersebut terjadi sekitar 30 menit. Sekitar pukul 10.30, aparat kepolisian meredam bentrokan tersebut dengan menembakan gas air mata.

Bahkan, bentrokan sempat mejalar keluar di jalan Ahmad Yani, Ormas saling baku hantam menggunkan bambu dan lemparan batu hingga menggangu kondisi jalan.

Situasi kantor Pemerintah Kota Bekasi berangsur kondusif meskipun massa dari kedua belah pihak sempat bertahan hingga pukul 03.00 WIB.

Massa gabungan bertahan di dalam Plaza Pemkot Bekasi, sedangkan massa GMBI bertahan di depan Gedung BCA, Jalan Ahmad Yani.

Indarto menegaskan, jika saat ini pihaknya masih mempelajari peristiwa ini. Mereka akan mengungkap kesalahan dari kedua pihak.

“Untuk aksi unjuk rasa dari Ormas GMBI itu sudah ada izinnya, sementara dari gabungan Ormas belum kami ketahui, kami masih pelajari kesalahan-kesalahan yang ada,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …