Gerakan Literasi Sekolah Jadi Program Unggulan SMPN 1 Bekasi

Siswa SMPN 1 Bekasi tengah membaca di perpustakaan, Selasa (23/1/2018). (Foto: Yurizkha Aditya/GoBekasi)

Siswa SMPN 1 Bekasi tengah membaca di perpustakaan, Selasa (23/1/2018). (Foto: Yurizkha Aditya/GoBekasi)

SMPN 1 Kota Bekasi menggebrak gerakan Literasi Sekolah (GLS) menjadi program unggulan guna mencerdaskan anak didiknya dalam 10 menit wajib membaca kepada seluruh siswa-siswi.

Kepala SMPN 1 Kota Bekasi, Euis Siti Halimah mengatakan, di SMPN 1 Kota Bekasi sendiri sudah diberlakukan budaya literasi terhadap siswa-siswi.

“Selanjutnya akan kita gebrak lagi untuk budaya literasi di sini dan sebelumnya memang sudah kita terapkan untuk literasi 10 menit sebelum KMB selain dari budaya baca Quran,” ujarnya Selasa (23/1/2018).

Dirinya mengatakan, sejak dicanangkannya program GLS, SMPN 1 Kota Bekasi mulai menerapkan 10 menit wajib baca kepada siswa-siswi yang dilakukan sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Awalnya, sebelum mulai KBM, kita selalu tadarus Quran selama 10 menit. Tapi sejak adanya program GLS, kita tambah 10 menit untuk wajib baca buku non pelajaran kepada anak-anak,” ujarnya.

Sejak diberlakukannya kebiasaan wajib membaca 10 menit, siswa-siswi SMPN 1 Kota Bekasi pun diperbolehkan untuk membawa buku selain buku pelajaran ke lingkungan sekolah. Namun tetap ada ketentuan dari pihak sekolah terkait buku apa saja yang boleh dibawa dan dibaca oleh mereka.

“Kecuali buku komik yang tidak boleh dibawa ke sekolah karna itu tidak mendidik ya. Selain itu, buku sejenis novel dan lainnya boleh dibawa dan dibaca disekolah,” ucapnya.

Dirinya berharap dengan adanya Gerakan Literasi Sekolah tersebut dapat mengedukasi anak didiknya untuk gemar membaca.

“Saat ini banyak anak-anak yang malas untuk membaca tapi dengan adanya GLS kami berharap anak-anak akan terbiasa membaca dan bisa menjadi satu kegemaran,” tuntasnya. (adv/dyt/gob)



loading...

Feeds