Aduh… Jatah Bedah Rumah Warga Tridaya Dipotong Oknum, Tanggapan Kades?

(Ilustrasi) Rutilahu salah seorang warga. (Foto: Radar Bekasi)

(Ilustrasi) Rutilahu salah seorang warga. (Foto: Radar Bekasi)

KEPALA Desa Tridaya Sakti, Suwardi Wada angkat bicara soal ada aduan potongan anggaran program rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu) yang dilakukan oleh oknum pendamping kegiatan (PK). Ia mengaku sudah meminta keterangan dari oknum tersebut.

“Iya waktu itu saya sudah panggil oknum PK tersebut. Dari pengakuannya uang itu bukan potongan melainkan persiapan kalau kurang material atau lainnya. Dari pengakuan seperti itu. Itu hasil pengakuan PK kepada saya,” katanya.

Suwardi mengaku geram dengan tindakan PK tersebut dan meminta untuk mengembalikan uang tersebut kepada penerima rutilahu pada 8 Januari lalu.

“Waktu itu sudah saya instruksikan PK untuk mengembalikan uang kepada penerima rutilahu,” ucapnya, Senin (22/1/2018).

Ia mengatakan sebanyak 25 penerima rutilahu di Desa Tridaya Sakti dan uang yang disimpan PK sudah dikembalikan semua.

“Saya tegaskan kepada PM itu untuk kembalikan uangnya. Karena seperti kita ketahui suhu politik menjelang pilkades sudah memanas dan hal seperti ini sangat riskan dipelintir oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Menurut informasi PK tersebut menyimpan uang penerima sebesar 1,5 juta dan sudah dikembalikan. Penerima bantuan rutilahu mendapatkan uang sebesar 15 juta untuk merenovasi yang dananya langsung di-transfer ke rekening penerima.

“Padahal sebelum dana itu turun saya sudah sampaikan kepada penerima dan PK di depan camat bahwa PK tidak boleh meminta jika uang sudah turun,” katanya. (dam/gob)



loading...

Feeds