700 Ribu Lahan di Kota Bekasi Belum Bersertifikat

Ilustrasi.(Foto: Dokumentasi GoBekasi)

Ilustrasi.(Foto: Dokumentasi GoBekasi)

BADAN Pertanahan Negara (BPN) Kota Bekasi mencatat ada 600-700 ribu lahan yang belum bersertifikat di wilayahnya. Mayoritas, bukti kepemilikan lahan masih berbentuk girik atau nota jual beli.

Kepala Kantor BPN Kota Bekasi, Muhammad Irdan, mengatakan bahwa bukti kepemilikan berbentuk girik rawan diserobot oleh oknum tertentu.

Makanya, ia mengimbau agar warga yang memiliki lahan dapat mengurusnya melalui kelurahan untuk dilanjutkan ke pihaknya.

“Saat ini baru ada 510 ribu lahan yang bersertifikat, bagi yang belum masih dapat diurus, agar tidak disalahgunakan oleh para mafia tanah,” kata Irdan, Selasa (23/1/2018) kepada GoBekasi.co.id.

Sebab, lanjutnya, sertifikat tanah menjadi bukti penguasaan hak atas tanah yang diakui negara. Sehingga, bisa menghindari klaim pihak yang ingin merebutnya.

Ia menyebut, kesadaran masyarakat untuk membuat sertifikat tanah di Kota Bekasi masih rendah. Oleh karena itu, BPN meningkatkan pelayananan untuk melayani pembuatan sertifikat tanah. Biaya pembuatan sertifikat tanah hanya Rp50 ribu, sesuai peraturan yang berlaku dan masuk ke kas negara.

“Tahun ini BPK akan menyosialisasikan program Presiden Jokowi, yakni pendaftaran tanah sistematik lengkap. Jadi di Bekasi kami ditargetkan untuk mensertifikatkan sebanyak 35 ribu, di bidang tanah dan sudah kita sebarkan di lima kecamatan,” papar dia.

Untuk melaksanakan kegiatan ini, BPN Kota Bekasi sudah menerjunkan 4 tim di lapangan yang memiliki basecamp di setiap kecamatan.
“Harapan kita, setahun ini target 35 ribu sertifikat tanah bisa selesai,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds