Ini Pemicu 10 Perusahaan Gulung Tikar di Kota Bekasi

Sejumlah perusahaan. Foto: Pojoksatu.id

Sejumlah perusahaan. Foto: Pojoksatu.id

KETUA Umum Asosiasi Praktisi Humas Resource Indonesia (ASPHRI) Bekasi, Yosminaldi, menyebut bahwa 10 perusahaan yang gulung dikar di Kota Bekasi ditengarai karena ongkos produksi yang mahal. Ditambah biaya gaji yang dikeluarkan perusahaan tiap bulan.

“Peraturan pengupahan saat ini sudah bagus yang dibuat oleh pemerintah, tapi masih tidak diterima serikat pekerja. Tinggal formula ini lebih disempurnakan lagi agar diterima seluruh kalangan,” katanya, Senin (22/1/2018).

Menurutnya, aturan kenaikan upah pada PP Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan adalah formula standar yang sudah menjadi acuan setiap tahun.

Dengan demikian, buruh sudah tidak bisa lagi minta kenaikan UMK seenaknya, sehingga perlu adanya keadilan untuk semua jenjang karir pekerja.

“Pekerja yang sudah 10 tahun dan lebih jangan disamakan besaran kenaikan UMK-nya,” tandasnya.

Data dari Dinas Ketenagakerjaan, 10 perusahaan industri Kota Bekasi itu hengkang ke wilayah Jawa Tengah. Soalnya, disanah Upah Minumum Kota (UMK) lebih murah ketimbang di Kota Bekasi yang sebesar Rp3,6 juta pada 2017 dan naik menjadi Rp3,9 juta perbulan.

Perusahaan yang gulung tikar tersebut bergerak di berbagai bidang seperti garmen, percetakan, mesin, dan perdagangan. Akibatnya, 4.000 karyawan kehilangan pekerjaan. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …