Duh… 10 Perusahaan di Kota Bekasi Gulung Tikar, 4 Ribu Orang Kehilangan Pekerjaan

BURUH PABRIK : Buruh dari salah satu perusahaan di Kabupaten Bekasi sedang menunggu bus karyawan. Penyerapan tenaga kerja pada tiga bulan pertama di tahun ini belum memuaskan.ILUSTRASI/DOKUMENTASI/RADAR BEKASI

BURUH PABRIK : Buruh dari salah satu perusahaan di Kabupaten Bekasi sedang menunggu bus karyawan. Penyerapan tenaga kerja pada tiga bulan pertama di tahun ini belum memuaskan.ILUSTRASI/DOKUMENTASI/RADAR BEKASI

DINAS Ketenagakerjaan Kota Bekasi mencatat ada 10 perusahaan industri di Kota Bekasi yang gulung tikar alias bangkrut sepanjang tahun 2017.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi, Mochamad Kosim, mengatakan kalau pemicunya akibat perusahaan mengalami defisit keuangan lantaran tingginya Upah Minimum Kota (UMK) yang menembus Rp3,6 juta per bulan.

“Perusahaan yang gulung tikar itu pindah ke daerah Jawa Tengah, karena UMK di sana lebih rendah dibanding Kota Bekasi,” kata Kosim, Senin (22/1/2018).

Keputusan 10 perusahaan semakin bulat ketika UMK di Kota Bekasi kembali naik menjadi Rp3,9 juta per bulan. Soalnya, mereka merasa besaran UMK tahun 2017 sudah memberatkan. Terlebih, biaya produksi dan daya saing mereka semakin berat.

“Nilai UMK kita nomor dua paling tinggi di Jawa Barat setelah Kabupaten Karawang. DKI Jakarta saja, masih di bawah kita besaran UMK nya,” ujarnya.

Kosim menjelaskan, perusahaan yang gulung tikar tersebut bergerak di berbagai bidang seperti garmen, percetakan, mesin, dan perdagangan.

Namun demikian, jumlah perusahaan yang pindah saat ini lebih kecil dibanding tahun sebelumnya yang masih berada di bawah kisaran lima perusahaan.

“Tiap tahun kan UMK juga naik, meski kenaikannya itu telah melewati rapat pleno antara pekerja, pemerintah, dan pengusaha,” jelasnya.

Meski demikian, kata dia, 10 perusahaan yang hengkang sudah menyelesaikan tanggung jawabnya dengan karyawan, seperti memberi pesangon dan hak-hak yang lain. Perusahaan yang pindah merupakan pelaku industri yang sudah berproduksi selama 10 tahun.

Akibat penutupan ini, kata dia, ada sekitar 4.000 karyawan harus mencari pekerjaan lain. Sejauh ini pemerintah daerah sudah melakukan berbagai upaya memfasilitasi mantan karyawan tersebut agar mencari pekerjaan baru.

“Kami hanya bisa memberitahu bila ada lowongan pekerjaan, keputusannya kita serahkan ke mantan karyawan tersebut,” katanya.

Berdasarkan data yang diperoleh, tahun 2016 lalu jumlah perusahaan di Kota Bekasi mencapai 1.226. Sementara tahun 2017 naik menjadi 1.504 perusahaan. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …