KPU Dampingi PPDP Mencoklit Kediaman 3 Pejabat Negara di Kota Bekasi

KPU Kota Bekasi bersama Sekretaris Jendral KPU RI,  Arief Rahman Hakim dan Komisioner KPU RI Ilham Saputra  mencoklit kediaman Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudhan Arif di Perumahan Taman Kota Blok C2 RT 016/16 Nomor 29, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Sabtu (20/1/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

KPU Kota Bekasi bersama Sekretaris Jendral KPU RI, Arief Rahman Hakim dan Komisioner KPU RI Ilham Saputra mencoklit kediaman Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudhan Arif di Perumahan Taman Kota Blok C2 RT 016/16 Nomor 29, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Sabtu (20/1/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

KOMISI Pemilihan Umum Kota Bekasi bersama dengan Sekretaris Jendral KPU RI, Arief Rahman Hakim dan Komisioner KPU RI Ilham Saputra melakukan pendampingan gerakan Mencoklit di kediaman tiga pejabat negara di Kota Bekasi.

Gerakan Coklit Nasional menjadi target sasaran adalah tokoh publik dan masyarakat, Muspida, atau artis yang memiliki nilai publikasi di wilayahnya masing-masing sebagai target untuk pelaksanaan Coklit.

Dalam gerakan Coklit serentak di Indonesia, KPU hanya melakukan pendampingan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang dilengkapi dengan peralatan seperti rompi, tanda pengenal, buku panduan, dan aplikasi coklit dan formulir yang dibawa seperti formulir A-KWK, AA1-KWK, AA2-KWK kerumah para tokoh publik.

Pertama, KPU mendatangi kediaman Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudhan Arif di Perumahan Taman Kota Blok C2 RT 016/16 Nomor 29, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.

Selanjutnya, KPU bersama-sama Mencoklit kediaman Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Perumahan Pondok Pekayon Indah, Jalan Ketapang Rata Blok DD 37/39 RT 001/001, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan.

Target selanjutnya adalah rumah Dinas Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu di Perumahan Jaka Permai, Kecamatan Bekasi Barat.

Komisioner KPU RI, Ilham Saputra, mengatakan bahwa KPU akan melaksanakan gerakan Mencoklit sampai dengan batasan waktu, 18 Februari 2018.

“Target kami dalam Mencoklit sampai hari akhir (18 Februari 2018) seluruh pemilih yang memang memenuhi syarat bisa terdaftar sehingga data Pilkada serentak 2018 bisa lebih akurat,” kata Ilham kepada GoBekasi.co.id.

Secara nasional, Ilham mengatakan bahwa dalam sehari KPU menargetkan dapat mencoklit 1,9 juta jiwa warga Indonesia. Data itu nantinya juga untuk kepentingan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019.

“Setiap hari, PPDP akan mendatangi rumah-rumah warga sampai 18 Februari, jadi kami harap warga terbuka dan mau untuk dilakukan validasi data guna kepentingan Pilkada dan Pemilu,” ujarnya.

KPU Dampingi PPDP Mencoklit Kediaman 3 Pejabat Negara di Kota Bekasi

KPU Kota Bekasi bersama Sekretaris Jendral KPU RI, Arief Rahman Hakim dan Komisioner KPU RI Ilham Saputra mencoklit kediaman Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Perumahan Pondok Pekayon Indah, Jalan Ketapang Rata Blok DD 37/39 RT 001/001, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Sabtu (20/1/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Pada kesempatan lain, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, mengatakan bahwa ajang Pilkada/Pemilu merupakan sebuah kesempatan bagi warga dan rakyat untuk memilih pemimpin.

Menurut Rahmat, dalam memilih seorang pemimpin masyarakat dapat menentukan dari karakter, program, dan keberhasilannya, sehingga manfaat itu tentu dirasakan oleh warga atau rakyatnya.

“Saya rasa tidak ada alasan untuk warga, dan rakyat untuk tidak ikut bersama-sama ke tempat pencoblosan untuk memilih pemimpinnya. Karena, itu hak demokrasi guna keberlangsungan pembangunan sebuah daerah dan negara,” kata Rahmat.

Karena itu, Rahmat menghimbau kepada masyarakat di Kota Bekasi untuk dapat berpartisipasi dan menyukseskan pesta demokrasi yang bakal berlangsung tersebut, dari mulai proses data dan pelaksanaannya.

“Keluarga saya yang tercatat sebagai pemilih ada 4 orang. Mari kita bersama-sama menjaga proses demokratisasi ini berjalan aman, dan nyaman. Karena, hal itu adalah indikator keberhasilan dari pelaksanaannya,” tutur dia.

KPU Dampingi PPDP Mencoklit Kediaman 3 Pejabat Negara di Kota Bekasi

KPU Kota Bekasi ersama dengan Sekretaris Jendral KPU RI, Arief Rahman Hakim dan Komisioner KPU RI Ilham Saputra mencoklit rumah dinas Wakil Wali Kota Ahmad Syaikhu di Perumahan Jaka Permai, Kecamatan Bekasi Barat, Sabtu (20/1/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu, mengaku bahwa dalam proses mencoklit, baru ada dua nama yang terdaftar sebagai pemilih.

“Baru saya dan istri saya, anak saya belum masuk, makanya saya meminta nanti data kembali di inpup ulang, karena anak saya kebetulan rumahnya bersebelahan dengan saya,” tutur dia.

Syaikhu menandaskan bahwa dalam pesta demokrasi sejatinya merupakan pesta rakyat. Maka dari itu, ia mengajak masyarakat agar dapat berpartisipasi pada Pilkada serentak 2018 Pemilihan wali kota dan wakil wali ota Bekasi maupun gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat.
“Tidak ada alasan warga atau rakyat tidak ikut Pilkada guna menentukan keberlangsungan pembangunan lima tahun kedepan khususnya, pada pelaksanaan Pilkada serentak 2018 di Kota Bekasi dan Jawa Barat. Karena, ini juga kewajiban kita sebagai warga negara,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds