Walikota Bekasi Ajak Masyarakat Bersinergi dalam Pembangunan

Wali Rahmat Effendi menandatangani kesepakatan dengan FKRW Bekasi Utara, Kamis (18/1/2018). (Foto: gobekasi)

Wali Rahmat Effendi menandatangani kesepakatan dengan FKRW Bekasi Utara, Kamis (18/1/2018). (Foto: gobekasi)

WALI Kota Bekasi Rahmat Effendi menandatangani kesepakatan bersama antara Pemerintah Kota Bekasi dengan Forum Komunikasi Rukun Warga (FKRW) Kecamatan Bekasi Utara di BSI Convention Center, Jalan Lingkar Utara, Perwira, Kamis (17/1/2018).

Hal itu sebagai upaya percepatan pembangunan dan ekonomi serta penanganan masalah banjir daerah aliran sungai (DAS) di wilayah Kecamatan Bekasi Utara.

Ketua Forum Komunikasi RW Kecamatan Bekasi Utara pada sambutannya menyampaikan, seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Bekasi Utara akan bersinergi dengan Pemerintah Kota Bekasi dan unsur lainnya untuk menciptakan dan memberikan keamanan, kenyamanan kepada masyarakat di Kecamatan Bekasi Utara.

“Semoga akan tercipta wilayah Bekasi Utara yang aman, tenteram dan nyaman. Mohon doa restunya serta dukungan untuk kita bersama-sama memberikan terobosan-terobosan kepada Pemerintah Kota Bekasi yang bersinergi dengan segenap lapisan masyarakat yang ada di Bekasi Utara,” ujarnya.

Sementara itu Rahmat Effendi dalam sambutannya menyampaikan, kesepakatan bersama untuk melakukan perencanaan sejak awal yang pada akhirnya adalah masuk dalam proses perencanaan APBD tahun 2018-2019.

“Kita sebagai warga Kota Bekasi harus bersyukur terhadap apa yang telah kita lakukan dan atas apa telah dirasakan oleh warga masyarakat, kalau kurang tentunya banyak, kalau salah pasti manusianya” ujarnya.

“Tapi secara objektif dan jujur, apa yang tidak di Kota Bekasi, kader posyandu, RT dan RW sudah diberikan insentif, bahkan bimaspol dan babinsa pun juga mulai 1 Januari 2018 operasional bensinnya kita berikan, kepala KUA Kecamatan kita berikan kendaraan operasional,” imbuh Rahmat.

“Rasanya tidak ada daerah lain seperti Kota Bekasi, penduduk kita banyak tapi mampu memberikan nilai manfaat untuk kepentingan masyarakat, karena saya dan Pak Syaikhu menjalankan pemerintahan itu dengan niat, kalau ingin kekuasaan jadinya lupa kepada rakyatnya,” tambahnya.

Lanjut pria yang akrab disapa Pepen itu, pajak dari masyarakat habis untuk kepentingan masyarakat termasuk yang saat ini ada yaitu Kartu Sehat yang tidak ada biaya bulan, tanpa rujukan dan sakitnya tidak dipaket.

“Mau masuk rumah sakit swasta tidak masalah, kalau masuk rumah sakit umum memang milik pemerintah. Jangankan pake kartu sehat, nunjukin KTP saja bisa masuk. Kalau KTP nggak ada bilang saja saya warga RT sekian RW sekian kelupaan gak bawa KTP tapi saya sakit mendadak, pasti dirawat dulu soal administrasi bisa belakangan,” tuturnya.

Ia berpesan kepada camat, lurah dan ketua FKRW kelurahan dan kecamatan serta anggota DPRD agar tidak lupa perencanaan masuk dari musrenbang melalui e-planning kelurahan sehingga tertib.

Menurutnya, kalau sudah tertib maka akan efektif, kalau sudah efektif maka akan efisien dan kalau sudah efisien maka akan banyak lagi yang akan dibangun untuk kepentingan masyarakat.

“Kepada pengurus forum saya juga berpesan bukan karena seragamnya tapi karena kita ingin fokus bekerja bagaimana bersama-sama dengan camat, lurah dan para alim ulama serta tokoh masyarakat lainnya agar keseimbangan dan pemerataan pembangunan itu bejalan sesuai dengan apa yang kita harapkan,” ucapnya. (adv/hms)



loading...

Feeds