KPAI Segera Lakukan Trauma Healing 3 Korban Cabul Ulah Guru

Ilustrasi. (Foto: ist)

Ilustrasi. (Foto: ist)

KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi segera melakukan trauma healing terhadap tiga korban cabul yakni, RK (12), DK (13) dan GG (13) akibat ulah oknum guru, MS (23) di Yayasan Teratai Putih Global School.

“Saat ini korban masih berada di rumahnya masing-masing, mereka juga masih bertatus pelajar di sekolah tersebut. Segera kami akan lakukan trauma healing kepada para korban,” kata Komisioner KPAI Kota Bekasi, Sugeng Wijaya, Jumat (19/1/2018) kepada GoBekasi.co.id.

Sugeng mengatakan, trauma healing nanti akan melibatkan psikologi dan juga Pemerintah Kota Bekasi. Hal itu dilakukan untuk menetralisasi trauma para korban.

“Agar mereka tidak terus terpuruk, juga agar mereka tidak menjadi pelaku nantinya. Kami disini juga mengapresiasi kepolisian dalam bertindak, soalnya kalau sampai telat, itu pelaku akan kabur ke pulau sumatera,” tandasnya.

Diketahui, Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota berhasil meringkus MS di wilayah Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, pada tanggal 11 Januari 2018, belum lama ini.

MS melakukan aksi bejatnya pada bulan November 2018. Aksi MS pertama kali dituju kepada RK. Ketika itu RK sedang sakit perut, pelaku lalu membaluri RK dengan minyak angin sekaligus meraba-raba kemaluan RK.

Beberapa waktu kemudian, pelaku kembali melangsungkan aksinya kepada korban berinisial DK. Ketika itu, DK sedang tidur dan pelaku menghampiri ranjang DK.

“Dia (pelaku) langsung membuka celana DK sampai paha, pelaku juga membuka celananya dan langsung menggesek-gesek batang kemaluannya ke bagian dubur korban,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombespol Indarto.

Selanjutnya adalah GG, kepada GG pelaku melakukam aksinya seperti DK. Namun, saat itu, GG dalam tidak tidur pulas.

“GG hanya pura-pura tidur, tiba-tiba celannya dipelorotin dan digesek-gesek batang kemaluannya di bagian dubur, tetapi GG tidak berani berontak,” katanya.

Pascakejadian itu, rupanya GG langsung melaporkan perbutan MS ke Wakil Kepala Sekolah berinisial ASR. Kabar itu lalu sampai telinga kepala sekolah. Lantas MS langsung dipecat.

“Wakil Kepala Sekolah langsung melaporkan kejadian itu kepada kami pada November 2017. Tetapi, MS sudah keburu kabur setelah dipecat oleh kepala sekolah,” katanya.

Petugas, kata Indarto, sempat mengejar pelaku ke kediamannya yang berada di Perum Vila Nusa Indah 1 Blok F1 No.5 Kelurahan Bojongkulur, Kecamatan Guntur.

“Rupanya pelaku sudah tidak pernah pulang, dia selama dipecat tinggal pindah-pindah, informasi yang kami dapatkan pelaku berada di wilayah Pekayon Jaya, Bekasi Selatan dan kami tangkap pada 11 Januari 2018, saat itu pelaku mau kabur ke wilayah asalnya di daerah Lampung,” tandasnya.

Akibat perbuatannya, MS diduga telah melakukan tindak pidana Perbuatan Cabul sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 UU RI No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 tahun 2012 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan paling lama 15 tahun. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …