Laporkan PT Millenium Laundry, Kadis LH: karena Bandel

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Luthfi. Foto: Yurizka Aditya/Gobekasi

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Luthfi. Foto: Yurizka Aditya/Gobekasi

DINAS Lingkungan Hidup Kota Bekasi, mempidanakan pengelola PT Millenium Laundry atas dugaan pencemaran lingkungan yang berasal dari limbah cair serta pemanfaatan bahan bakar batu bara hasil produksinya.
“Kita yang laporkan PT MIllenium Laundry kepada Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota. Bahkan Kapolrestro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto terjun langsung menyegel pabrik dengan garis polisi pada Rabu (17/1/2017),” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Jumhana Luthfi, Kamis (18/1/2018).

Menurut dia, upaya mempidanakan perusahaan yang bergerak pada bidang pewarnaan celana jeans dan pencucian bahan jeans itu
dilatarbelakangi ulah pengelola yang tetap membandel dengan menjalankan aktivitas produksinya pascapenyegelan oleh Wali KOta
Bekasi Rahmat Effendi pada Juli 2017.

PT Millenium Laundry yang kini berdomosili di Jalan Raya Narogong Pangkalan III, RT 05/01, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, diketahui belum mengantongi izin operasional serta belum dilengkapi dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Limbah yang dihasilkan langsung dibuang ke Kali Bekasi tanpa pengolahan baku mutu sesuai aturan yang berlaku, bahkan asap pembakaran batu bara sebagai penggerak mesin produksinya telah mencemari udara lingkungan sekitar hingga menuai protes dari sekitar 150 kepala keluarga (KK) di Perumahan Bumi Mutiara, Kecamatan Gunung Puteri, Kabupaten Bogor yang berjarak sekitar 50 meter dari pabrik.

Situasi itu, kata Luthfi, dipastikan telah melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3)

“Perusahaan tersebut sudah berkali-kali kita berikan surat peringatan agar menyetop aktivitasnya sambil mengurus izin dan menyelesaikan IPAL yang diharuskan. Namun sampai dengan Rabu (17/1/2018) pukul 11.00 WIB mereka masih membandel dengan melakukan produksi,” bebernya.

Atas situasi itu, pihaknya memutuskan untuk menjatuhkan sanksi berupa pembuatan laporan kepolisian untuk mempidanakan pengelolanya atas tuduhan pencemaran lingkungan.

“Otomatis, sanksinya pun kita tingkatkan. Kami yang memberikan keterangan dan kesaksian kepada polisi berdasarkan situasi itu. Apa
yang perusahaan tersebut punya, kita sampaikan kepada petugas polisi,” tuturnya.

Dikatakan Luthfi, tindakan tersebut merupakan tindakan tegas yang baru kali pertama dilakukan pihaknya terhadap oknum pengusaha yang mengacuhkan kondusifitas lingkungan.

“Langkah ini sekaligus terapi kejut kepada pengusaha lain di Kota Bekasi yang masih berani mengacuhkan lingkungan sekitarnya demi keuntungan perusahaan,” tandansya. (kub/gob)



loading...

Feeds