2 Terobosan untuk 1.100 Ton Sampah yang Belum Terangkut di Bekasi

(Ilustrasi) Sejumlah aktivitas warga dI TPST Bantargebang, Jumat (22/9). Pemerintah Kota Bekasi baru saja menerima dan kompensasi sampah dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp315 miliar yang akan di berikan kepada 18 ribu kepala keluarga di Kecamatan Bantargebang. Foto:Raiza Septianto/Radar Bekasi

(Ilustrasi) Sejumlah aktivitas warga dI TPST Bantargebang, Jumat (22/9). Pemerintah Kota Bekasi baru saja menerima dan kompensasi sampah dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp315 miliar yang akan di berikan kepada 18 ribu kepala keluarga di Kecamatan Bantargebang. Foto:Raiza Septianto/Radar Bekasi

BEBERAPA tahun belakangan, sampah menjadi Pekerjaan Rumah (PR) Pemerintah Kota Bekasi untuk diolah agar tidak mencemari lingkungan.

Sebanyak 1.700 ton sampah tiap hari dihasilkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Kelurahan Sumur Batu, Bantargebang.

Namun, yang hanya terangkut sebanyak 600 ton sampah per hari di TPA yang luas lahannya 15,8 hektar untuk melayani 12 kecamatan yang ada di Kota Bekasi. TPA Sumurbatu berdiri pada tahun 2001, dengan memiliki zona 1, 2, 3, 4, 5a, 5b, 5c, dan 5d.

“Masih 1.100 ton sampah yang belum dapat kami angkut dari rumah-rumah warga,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Jumhana Luthfi, Kamis (18/1/2018).

Saat ini, Pemerintah Kota Bekasi, kata Luthfi, mempunyai terobosan untuk menangani situasi seperti sekarang. Adalah dengan membangun bank sampah di setiap Rukun Warga (RW).

“Sudah ada 1.035 bank sampah di Kota Bekasi dalam kurun waktu setahun ini. Dari angka tersebut, 210 bahkan sudah berjalan secara masif dan berbadan hukum,” ujarnya.

Di samping itu, Pemerintah Kota Bekasi juga telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) untuk mengolah sampah plastik. Sampah plastik menjadi penyumbang terbesar di TPA Sumur Batu.

“Dari 1.700 ton sampah setiap hari, 50 persen itu adalah sampah plastik. Pembangkit Listrik Sampah nanti diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang ada dengan mengubahnya menjadi energi, saat ini kami tinggal menunggu Perpres (Peraturan Presiden),” tutur dia.

Untuk diketahui, TPA Sumurbatu menerapkan sistem open dumping, dimana sampah yang masuk langsung ditumpuk di zona yang sudah ditentukan, penumpukan dilakukan hingga zona tersebut sudah tidak bisa lagi menampung tumpukan sampah. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ahmad Syaikhu Tinggalkan Rumah Dinas

Ahmad Syaikhu Tinggalkan Rumah Dinas

AHMAD Syaikhu hari ini mulai meninggalkan rumah dinasnya yang berada di Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Rabu (21/2/2018). Ia berkemas …