Kantor MUI Kota Bekasi Diresmikan

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bersama Ketua MUI Kota Bekasi KH Zamakhsyari saat peresmian Gedung MUI, Bekasi Selatan, Selasa (16/1/2018). (Foto: GoBekasi)

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bersama Ketua MUI Kota Bekasi KH Zamakhsyari saat peresmian Gedung MUI, Bekasi Selatan, Selasa (16/1/2018). (Foto: GoBekasi)

WALI Kota Bekasi Rahmat Effendi meresmikan Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi di Islamic Center KH Noer Alie, Bekasi Selatan, Selasa (16/1/2018).

Perwakilan MUI Jawa Barat Prof. Dr. KH Rahmat Syafi’i dalam sambutannya mengatakan, masih banyak MUI di Jawa Barat yang belum memiliki gedung, masih ada yang menempel di masjid atau tempat lainnya.

“MUI adalah mitra pemerintah dan tantangan MUI kedepan sangat besar, saya mengaharapkan program -programnya harus mampu menjabarkan peran utama MUI yang salah satunya adalah pelopor Islah atau perbaikan, pelopor mendirikan amar makruf nahi munkar,” jelasnya.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi pada sambutannya menjelaskan sejarah peralihan Islamic Center Bekasi, pada tahun 1996 Kota Bekasi dimekarkan dari Kabupaten Bekasi dan ada peralihan hak aset dan aset Islamic Center ini bagian dari pemberian Kabupaten Bekasi kepada Kota Bekasi.

“Kalau dilihat dari sejarahnya sejak penyerahan tahun 1996 sejak Wali Kotanya Pak Nonon Sountanie kemudian Almarhum Pak Akhmad Zurfaih, kemudian Pak Muhtar Muhamad dan Selanjutnya Rahmat Effendi, 3 Wali Kota ini belum dapat menyelesaikan persoalan tentang yayasan dan pemanfaatan Islamic Center,” ujarnya.

“Masa saya selaku Wali Kota keempat tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini. Karena memang gantung tidak ada dasar hukumnya, tidak ada payung hukumnya kecuali saya bismillah mengucapkan bahwa ada maklumat dari KH Nur Ali bahwa Islamic Center ini harus dijadikan pusat syiar Islam dan Alhamdulillah dengan perubahan akte yayasan dan kerjasama konsisten dari kepala daerah maka sekarang ini Islamic Center dapat digunakan,” imbuhnya.

Pada akhir sambutannya Rahmat menyampaikan, sebagai anak Bekasi tidak ingin membuat satu kekeliruan baik dalam persoalan aqidah maupaun persoalan hukum positif republik ini.

“Tugas saya adalah menyeimbangkan kepentingan karena pemimpin harus berdiri di semua kaki umat dan mudah-mudahan pilkada ini terus aman, rakyatnya damai mampu disejahterakan oleh pemimpinnya,” pungkasnya.

Persemian tersebut bersamaan dengan Pelantikan Pergantian Antar Waktu (PAW) MUI Kota Bekasi oleh Ketua MUI Jawa Barat Dr. KH. Rahmat Syafi’i. (adv/hms)



loading...

Feeds

Ahmad Syaikhu Tinggalkan Rumah Dinas

Ahmad Syaikhu Tinggalkan Rumah Dinas

AHMAD Syaikhu hari ini mulai meninggalkan rumah dinasnya yang berada di Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Rabu (21/2/2018). Ia berkemas …