Usulan DTKB: Retribusi Parkir untuk Infrastruktur dan Transportasi Publik

Ilustrasi parkir. Foto:Raiza/Radar Bekasi

Ilustrasi parkir. Foto:Raiza/Radar Bekasi

DEWAN Transportasi Kota Bekasi (DTKB) mengusulkan agar retribusi parkir dapat digunakan untuk pengembangan infrastruktur transportasi publik.

Hal ini mengingat Pemerintah Kota Bekasi telah memberhentikan kerjasama dengan pihak ketiga yakni, PT Pan Satria Sakti selaku pengelola parkir meter.

Saat ini, parkir telah diambil alih kembali oleh Pemerintah Kota Bekasi melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

“Usulan itu sedang kami susun untuk dilaporkan kepada pemerintah daerah,” kata Ketua DTKB, Harun Al Rasyid, Senin (15/1/2018).

Sebab, menurutnya, salah satu sumber pendanaan infrastruktur transportasi yang ideal berasal dari penyediaan kantong parkir yang representatif sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Fasilitas park and drive dari operasional angkutan umum massal di Kota Bekasi juga sangat berpotensi mendongkrak PAD,” ujarnya.

Ia menuturkan, Park and Drive penting diperbanyak di Kota Bekasi seiring dengan telah beroperasinya TransJakarta, Transpatriot, dan sejumlah transportasi massal lainnya yang kini sedang digarap Pemerintah Kota Bekasi.

Terlebih, lanjut Harun, sebentar lagi akan ada Light Rail Transit (LRT), Mass Rapid Transit (MRT) di Kota Bekasi.

“Ini ada potensi yang besar kalau kita meresponsnya dengan penyediaan park and drive yang representatif di Kota Bekasi,” tuturnya.

Menurutnya, saat ini yang sudah berjalan baru di Mega Bekasi Hypermall, Jalan Ahmad Yani, dan di Summarecon Mall Bekasi.

Potensi PAD dari sektor retribusi parkir kendaraan di wilayah itu saat ini diproyeksikan mencapai miliaran rupiah dalam setahun.

“Kami inginnya Kota Bekasi bisa mengacu pada pemanfaatan uang parkir masyarakat yang sepenuhnya dimanfaatkan bagi keperluan pengembangan infrastruktur transportasi,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …