Tiga Gejala Terjangkit Difteri

Ilustrasi Sakit. (Foto: RLHyde/Flickr)

Ilustrasi Sakit. (Foto: RLHyde/Flickr)

DEMAM lebih dari 38 derajat Celcius, terasa sakit waktu menelan, dan sesak nafas disertai bunyi (stidor). Tiga gejala itu perlu diwaspadai bila terjadi pada Superkids. Mungkin saja, itu tanda penyakit difteri yang mewabah di Indonesia sejak akhir 2017.

Difteri sebetulnya bukan penyakit baru. Ingat vaksin DPT, yang dulu diberikan sebanyak lima kali, sejak usia dua bulan sampai enam tahun? Imunisasi ini bertujuan menangkal tiga penyakit berbahaya, yaitu difteri, pertusis, dan tetanus.

Difteri muncul lagi karena menurunnya kekebalan tubuh penduduk di suatu wilayah. Penurunan imunitas ini terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemberian vaksin DPT pada anak.

Penyakit apa sih sebetulnya difteri ini? Dalam situs Kemenkes dijelaskan, difteri adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan kuman Corynebacterium diphtheriae. Penyakit ini ditandai dengan adanya peradangan, yang terutama terjadi pada selaput bagian dalam saluran pernafasan sebelah atas, hidung, dan kulit.

Ada lima ciri utama difteri. Yaitu demam sampai 38 derajat Celcius, muncul selaput putih keabu-abuan di tenggorokan (selaput ini nggak gampang lepas dan bisa berdarah), sakit waktu menelan, leher membengkak seperti leher sapi (bullneck) akibat pembengkakan kelenjar leher, serta sesak nafas disertai bunyi (stridor).

Apakah berbahaya? Ya, difteri merupakan penyakit berbahaya karena gampang banget menular dan bisa menyebabkan kematian. Penularannya pun bisa hanya lewat percikan cairan dari saluran pernafasan. Atau, bisa juga melalui kontak langsung dengan cairan yang keluar dari saluran pernafasan dan pengelupasan luka di kulit.

Dampak penyakit ini adalah tersumbatnya saluran pernafasan dan gagal jantung. Tapi difteri bisa kok disembuhkan, selama penderitanya nggak terlambat mendapatkan pertolongan pengobatan.

Satu-satunya cara paling mudah dan efektif adalah imunisasi. Imunisasi difteri diberikan pada bayi dan baduta (di bawah dua tahun) maupun anak usia sekolah seperti Superkids.

(sb/jpg/jek/jpr/gob)



loading...

Feeds

Ahmad Syaikhu Tinggalkan Rumah Dinas

Ahmad Syaikhu Tinggalkan Rumah Dinas

AHMAD Syaikhu hari ini mulai meninggalkan rumah dinasnya yang berada di Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Rabu (21/2/2018). Ia berkemas …