Singgah di Tambun, Pengembara Asal Tapanuli Ini Temukan Secercah Harapan

Aslan saat ditemui anggota Polsek Tambun di bilangan Grand Wisata beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)

Aslan saat ditemui anggota Polsek Tambun di bilangan Grand Wisata beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)

ASLAN Pasaribu (39) asal Sorkam,Tapanuli Tengah, harus menghadapi kenyataan ia tak dapat menemui Presiden Joko Widodo semudah yang ia kira sebelumnya.

Berbekal tekad, kenekatan dan motor roda tiga termodifikasi khusus, Aslan berangkat dari Riau sekira triwulan pertama 2017. Ia sampai ke Jakarta dalam waktu 7 hari dan 7 malam.

Tujuannya bertemu RI 1 tidak lain adalah ingin meminta bantuan kaki palsu. Agar ia dapat berjalan secara normal, karena Aslan mengalami kesulitan berjalan.

Kaki kanannya diamputasi karena tertabrak truk di Pekan Baru, Riau, pada 2013. Kaki kirinya mengecil karena gangguan saraf pinggang, alhasil kedua kakinya tak dapat digunakan. Ia tak dapat berjalan normal melainkan dengan posisi seperti tiarap.

Gagal bertemu presiden karena prosedur yang ketat, Aslan tak lantas menyerah. Ia melanjutkan perjalanan ke berbagai daerah di Jawa Barat seperti Banten, Bandung hingga 8 bulan lamanya. Dalam perjalanan Aslan memilih masjid sebagai ‘hotel’ untuk bermalam dan beristirahat. Makanam yang ia suap didapat dari simpati masyarakat setempat.

Akhirnya secercah harapan untuk Aslan terbit di Tambun, Kabupaten Bekasi. Hal itu berawal dari pertemuannya dengan anggota Polsek Tambun saat ia tengah memarkir kendaraan di depan sekolah Al Azhar di bilangan Grand Wisata.

Kepala Seksi Humas Tambun Iptu Tri Mulyono, menjelaskan, Aslan saat itu hendak meminta bantuan kaki palsu dan perbaikan motor roda tiganya.

“Dia ingin kaki palsu, saya bilang kalau kaki palsu nanti insya Allah bisa. Ada programnya. Kondisi motornya sudah jelek. Dia pakai motor mesti pakai starter tangan, tidak bisa pakai starter kaki karena kondisinya tidak memungkinkan,” ucap Tri kepada gobekasi.co.id, Senin (15/1/2018).

Kata Tri, kaki palsu akan disiapkan oleh dr. Frinda dari Polres Metro Bekasi. Hanya saja Aslan harus lebih bersabar untuk menunggu program kaki palsu gratis dapat terlaksana dalam waktu dekat.

Pengembara Tapanuli

Aslan dipapah Kasi Humas Polsek Tambun Iptu Tri Mulyono, Minggu (14/1/2018). (Foto: Ist)

“Kalau motor akan diperbaiki oleh Pak Kapolsek Tambun. Kapolsek siap memperbaiki,” katanya.

Aslan saat ini singgah di masjid Perumahan Yapenmas, Desa Tridaya Sakti, dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia memarkir di bilangan Grand Wisata. Lewat usaha itu ia dapat seperak-dua perak untuk makan-minum dan membeli bensin.

Selain bantuan kaki palsu dan perbaikan motor, Aslan, seperti yang dijelaskan Tri, ingin modal berjualan, agar dapat hidup mandiri dan tak mengandalkan belas kasihan orang.

Aslan si pengembara itu masih terus berupaya sembari berharap, tak sekadar menunggu, berpangku tangan dan berharap akan belas kasih orang yang berlalu-lalang. (dam/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …